<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> <rss
version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
xmlns:rawvoice="http://www.rawvoice.com/rawvoiceRssModule/"
> <channel><title>Dongeng Anak dan Cerita Rakyat &#187; Nusantara</title> <atom:link href="http://dongeng.org/category/cerita-rakyat/nusantara/feed" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>http://dongeng.org</link> <description>Lestarikan dongeng dan cerita rakyat Indonesia &#38; Nusantara</description> <lastBuildDate>Wed, 25 Apr 2012 11:46:58 +0000</lastBuildDate> <language>en</language> <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod> <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency> <generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator> <xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" /><itunes:summary>Lestarikan dongeng dan cerita rakyat Indonesia &amp; Nusantara</itunes:summary> <itunes:author>Dongeng Anak dan Cerita Rakyat</itunes:author> <itunes:explicit>no</itunes:explicit> <itunes:image href="http://dongeng.org/wp-content/plugins/powerpress/itunes_default.jpg" /> <itunes:subtitle>Lestarikan dongeng dan cerita rakyat Indonesia &amp; Nusantara</itunes:subtitle> <image><title>Dongeng Anak dan Cerita Rakyat &#187; Nusantara</title> <url>http://dongeng.org/wp-content/plugins/powerpress/rss_default.jpg</url><link>http://dongeng.org/category/cerita-rakyat/nusantara</link> </image> <item><title>Hari-hari Akhir Si Pitung</title><link>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/hari-hari-akhir-si-pitung.html</link> <comments>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/hari-hari-akhir-si-pitung.html#comments</comments> <pubDate>Fri, 30 Dec 2011 09:04:01 +0000</pubDate> <dc:creator>Pendongeng</dc:creator> <category><![CDATA[Nusantara]]></category> <category><![CDATA[Tokoh]]></category> <category><![CDATA[belanda]]></category> <category><![CDATA[betawi]]></category> <category><![CDATA[Jakarta]]></category> <category><![CDATA[Pahlawan]]></category> <category><![CDATA[pendekar]]></category> <category><![CDATA[penjajah]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://dongeng.org/?p=241</guid> <description><![CDATA[Betawi Oktober 1893. Rakyat Betawi di kampung-kampung tengah berkabung. Dari mulut ke mulut mereka mendengar si Pitung atau Bang Pitung meninggal dunia, setelah tertembak dalam pertarungan tidak seimbang dengan kompeni. Bagi warga Betawi, kematian si Pitung merupakan duka mendalam. Karena ia membela rakyat kecil yang mengalami penindasan pada masa penjajahan Belanda. Sebaliknya, bagi kompeni sebutan untuk pemerintah kolonial Belanda pada masa itu, dia dilukiskan sebagai penjahat, pengacau, perampok, dan entah apa lagi.
Related posts:<ol><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/si-pitung.html' rel='bookmark' title='Si Pitung'>Si Pitung</a> <small>Pitung adalah salah satu pendekar orang asli Indonesia berasal dari daerah betawi yang berasal dari kampung Rawabelong Jakarta Barat. Pitung dididik oleh kedua orang tuanya berharap menjadi orang saleh taat agama. Ayahnya Bang Piun dan Ibunya Mpok Pinah menitipkan si Pitung untuk belajar mengaji dan mempelajari bahasa Arab kepada Haji Naipin.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/entong-gendut-dari-batuampar.html' rel='bookmark' title='Entong Gendut Dari Batuampar'>Entong Gendut Dari Batuampar</a> <small>Pajak seyogianya diambil seperlima dari hasil panen. Bagian itu bisa berwujud padi, palawija, atau hasil pertanian lainnya, semuanya harus diserahkan kepada tuan tanah. Setelah tahun 1912, tuan tanah tidak mau lagi menerima bagian pajaknya. Dia minta kenaikan dua kali lipat. Alasannya, antara lain karena hasil panen jauh lebih bagus dari musim lalu. Dengan perbaikan sistem irigasi dari sungai ke sawah-sawah membuat hasil panen berlipat ganda, serta akibat pengukuran ulang. Tidak diremehkan pula kegigihan para mandor melakukan kontrol menjelang potong padi.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/jampang.html' rel='bookmark' title='Jampang'>Jampang</a> <small>Bayi yang masih merah itu lahir dan menangis keras sekali. "Syukur anak pertamaku sudah lahir," kata ayahnya dengan gembira. Setelah seminggu, anak itu ditimang-timang. Ibunya memperhatikan dengan khawatir.......</small></li></ol>]]></description> <wfw:commentRss>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/hari-hari-akhir-si-pitung.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>16</slash:comments> </item> <item><title>Pulau Kakak-Beradik</title><link>http://dongeng.org/cerita-rakyat/pulau-kakak-beradik.html</link> <comments>http://dongeng.org/cerita-rakyat/pulau-kakak-beradik.html#comments</comments> <pubDate>Fri, 16 Dec 2011 07:04:20 +0000</pubDate> <dc:creator>Pendongeng</dc:creator> <category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category> <category><![CDATA[Dongeng]]></category> <category><![CDATA[Nusantara]]></category> <category><![CDATA[asal usul]]></category> <category><![CDATA[cerita anak]]></category> <category><![CDATA[dongeng]]></category> <category><![CDATA[dongeng anak]]></category> <category><![CDATA[pulau]]></category> <category><![CDATA[saudara]]></category> <category><![CDATA[singapore]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://dongeng.org/?p=569</guid> <description><![CDATA[Ketika keadaan kembali normal, orang-orang dikejutkan oleh dua pulau yang tiba-tiba muncul di kejauhan. Mereka yakin, pulau itu adalah penjelmaan Mina dan Lina. Kedua pulau itu diberi nama Pulau Sekijang Bendera dan Sekijang Pelepah, tetapi kebanyakan orang menyebutnya Pulau Kakak-Beradik.
Related posts:<ol><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/naga-sabang-dan-dua-raksasa-seulawah.html' rel='bookmark' title='Naga Sabang dan Dua Raksasa Seulawah'>Naga Sabang dan Dua Raksasa Seulawah</a> <small>Pada suatu masa saat pulau Andalas masih terpisah menjadi dua pulau yaitu pulau bagian timur dan pulau bagian barat, kedua pulau ini di pisahkan oleh selat barisan yang sangat sempit, diselat itu tinggalah seekor naga bernama Sabang, pada masa itu di kedua belah pulau tersebut berdiri dua buah kerajaan bernama Kerajaan Daru dan Kerajaan Alam. Kerajaan Daru di pimpin oleh Sultan Daru berada di pulau bagian timur dan kerajaan Alam di pimpin oleh Sultan Alam berada dipulau bagian barat. Sultan Alam sangat Adil dan bijaksana kepada rakyatnya dan sangat pintar berniaga sehingga kerajaan Alam menjadi kerajaan yang makmur dan maju. Sedangkan Sultan Daru sangat kejam kepada rakyatnya dan suka merompak kapal-kapal saudagar yang melintasi perairannya.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/kera-dan-ayam.html' rel='bookmark' title='Kera dan Ayam'>Kera dan Ayam</a> <small>Pada jaman dahulu, tersebutlah seekor ayam yang bersahabat dengan seekor kera. Namun persahabatan itu tidak berlangsung lama, karena kelakuan si kera. Pada suatu petang Si Kera mengajak si ayam untuk berjalan-jalan. Ketika hari sudah petang si Kera mulai merasa lapar. Kemudian ia menangkap si Ayam dan mulai mencabuti bulunya. Si Ayam meronta-ronta dengan sekuat tenaga. Akhirnya, ia dapat meloloskan diri.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/dongeng/hikayat-bunga-kemuning.html' rel='bookmark' title='Hikayat Bunga Kemuning'>Hikayat Bunga Kemuning</a> <small>Dahulu kala, ada seorang raja yang memiliki sepuluh orang puteri yang cantik-cantik. Sang raja dikenal sebagai raja yang bijaksana. Tetapi ia terlalu sibuk dengan kepemimpinannya, karena itu ia tidak mampu untuk mendidik anak-anaknya. Istri sang raja sudah meninggal ketika melahirkan anaknya yang bungsu, sehingga anak sang raja diasuh oleh inang pengasuh. Puteri-puteri Raja menjadi manja dan nakal. Mereka hanya suka bermain di danau. Mereka tak mau belajar dan juga tak mau membantu ayah mereka. Pertengkaran sering terjadi di antara mereka.......</small></li></ol>]]></description> <wfw:commentRss>http://dongeng.org/cerita-rakyat/pulau-kakak-beradik.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>3</slash:comments> </item> <item><title>Naga Sabang dan Dua Raksasa Seulawah</title><link>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/naga-sabang-dan-dua-raksasa-seulawah.html</link> <comments>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/naga-sabang-dan-dua-raksasa-seulawah.html#comments</comments> <pubDate>Mon, 26 Sep 2011 09:03:52 +0000</pubDate> <dc:creator>Pendongeng</dc:creator> <category><![CDATA[Dongeng]]></category> <category><![CDATA[Nusantara]]></category> <category><![CDATA[aceh]]></category> <category><![CDATA[asal nama]]></category> <category><![CDATA[asal usul]]></category> <category><![CDATA[cerita anak]]></category> <category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category> <category><![CDATA[dongeng]]></category> <category><![CDATA[dongeng anak]]></category> <category><![CDATA[jahat]]></category> <category><![CDATA[kejam]]></category> <category><![CDATA[kerajaan]]></category> <category><![CDATA[legenda]]></category> <category><![CDATA[raksasa]]></category> <category><![CDATA[sumatra]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://dongeng.org/?p=554</guid> <description><![CDATA[Pada suatu masa saat pulau Andalas masih terpisah menjadi dua pulau yaitu pulau bagian timur dan pulau bagian barat, kedua pulau ini di pisahkan oleh selat barisan yang sangat sempit, diselat itu tinggalah seekor naga bernama Sabang, pada masa itu di kedua belah pulau tersebut berdiri dua buah kerajaan bernama Kerajaan Daru dan Kerajaan Alam. Kerajaan Daru di pimpin oleh Sultan Daru berada di pulau bagian timur dan kerajaan Alam di pimpin oleh Sultan Alam berada dipulau bagian barat. Sultan Alam sangat Adil dan bijaksana kepada rakyatnya dan sangat pintar berniaga sehingga kerajaan Alam menjadi kerajaan yang makmur dan maju. Sedangkan Sultan Daru sangat kejam kepada rakyatnya dan suka merompak kapal-kapal saudagar yang melintasi perairannya.
Related posts:<ol><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/pulau-kakak-beradik.html' rel='bookmark' title='Pulau Kakak-Beradik'>Pulau Kakak-Beradik</a> <small>Ketika keadaan kembali normal, orang-orang dikejutkan oleh dua pulau yang tiba-tiba muncul di kejauhan. Mereka yakin, pulau itu adalah penjelmaan Mina dan Lina. Kedua pulau itu diberi nama Pulau Sekijang Bendera dan Sekijang Pelepah, tetapi kebanyakan orang menyebutnya Pulau Kakak-Beradik.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/ular-dandaung.html' rel='bookmark' title='Ular Dandaung'>Ular Dandaung</a> <small>Konon, dahulu kala ada sebuah kerajaan. Tidak disebutkan oleh pencerita apa nama kerajaan itu. Menurut cerita, kerajaan itu cukup besar. Negerinya kaya raya sehingga penghasilan rakyat melimpah ruah. Rajanya adil dan bijaksana. Kekayaan kerajaan bukan hanya dinikmati raja dan keluarganya, tetapi rakyat pun turut menikmati. Pantaslah jika kerajaan itu selalu dalam suasana tenteram dan damai. Dengan kerajaan-kerajaan lain pun, tidak pernah terjadi silang sengketa sehingga mereka dapat hidup berdampingan secara damai.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/dongeng/hikayat-bunga-kemuning.html' rel='bookmark' title='Hikayat Bunga Kemuning'>Hikayat Bunga Kemuning</a> <small>Dahulu kala, ada seorang raja yang memiliki sepuluh orang puteri yang cantik-cantik. Sang raja dikenal sebagai raja yang bijaksana. Tetapi ia terlalu sibuk dengan kepemimpinannya, karena itu ia tidak mampu untuk mendidik anak-anaknya. Istri sang raja sudah meninggal ketika melahirkan anaknya yang bungsu, sehingga anak sang raja diasuh oleh inang pengasuh. Puteri-puteri Raja menjadi manja dan nakal. Mereka hanya suka bermain di danau. Mereka tak mau belajar dan juga tak mau membantu ayah mereka. Pertengkaran sering terjadi di antara mereka.......</small></li></ol>]]></description> <wfw:commentRss>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/naga-sabang-dan-dua-raksasa-seulawah.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>2</slash:comments> </item> <item><title>Pangeran Sarif</title><link>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/pangeran-sarif.html</link> <comments>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/pangeran-sarif.html#comments</comments> <pubDate>Sun, 31 Jul 2011 14:33:15 +0000</pubDate> <dc:creator>Pendongeng</dc:creator> <category><![CDATA[Nusantara]]></category> <category><![CDATA[asal nama]]></category> <category><![CDATA[batavia]]></category> <category><![CDATA[belanda]]></category> <category><![CDATA[betawi]]></category> <category><![CDATA[bijaksana]]></category> <category><![CDATA[cerita anak]]></category> <category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category> <category><![CDATA[dongeng anak]]></category> <category><![CDATA[islam]]></category> <category><![CDATA[Jakarta]]></category> <category><![CDATA[pangeran]]></category> <category><![CDATA[penjajah]]></category> <category><![CDATA[Sejarah]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://dongeng.org/?p=418</guid> <description><![CDATA[Jatuhnya Jayakarta ke tangan Kompeni Belanda pada tahun 1619 membuat banyak ulama marah. Mereka menjauhi keramaian kota dan pergi berbondong-bondong ke tempat yang lebih udik. Mereka melakukan persiapan, siapa tahu suatu saat dapat melakukan pembalasan untuk menguasai kota Jayakarta kembali. Walaupun kenyataannya sulit, mereka tidak kenal putus asa. Mereka terpaksa hidup di tepi-tepi hutan, sedangkan anak dan istri ditinggalkan beberapa saat. Hanya pada saat tertentu mereka berkumpul, sesudah itu berpisah kembali. Karena keadaan yang terus menekan, lama-kelamaan merepotkan juga kalau keluarga ditinggalkan. Mau tidak mau keluarga harus diajak. Salah seorang dari para ulama itu adalah Pangeran Sarif. Selain istri, ikut juga seorang pembantu lelakinya yang masih muda.
Related posts:<ol><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/entong-gendut-dari-batuampar.html' rel='bookmark' title='Entong Gendut Dari Batuampar'>Entong Gendut Dari Batuampar</a> <small>Pajak seyogianya diambil seperlima dari hasil panen. Bagian itu bisa berwujud padi, palawija, atau hasil pertanian lainnya, semuanya harus diserahkan kepada tuan tanah. Setelah tahun 1912, tuan tanah tidak mau lagi menerima bagian pajaknya. Dia minta kenaikan dua kali lipat. Alasannya, antara lain karena hasil panen jauh lebih bagus dari musim lalu. Dengan perbaikan sistem irigasi dari sungai ke sawah-sawah membuat hasil panen berlipat ganda, serta akibat pengukuran ulang. Tidak diremehkan pula kegigihan para mandor melakukan kontrol menjelang potong padi.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/asal-usul-kota-banjarmasin.html' rel='bookmark' title='Asal Usul Kota Banjarmasin'>Asal Usul Kota Banjarmasin</a> <small>Pada zaman dahulu berdirilah sebuah kerajaan bernama Nagara Daha. Kerajaan itu didirikan Putri Kalungsu bersama putranya, Raden Sari Kaburangan alias Sekar Sungsang yang bergelar Panji Agung Maharaja Sari Kaburangan. Konon, Sekar Sungsang seorang penganut Syiwa. la mendirikan candi dan lingga terbesar di Kalimantan Selatan. Candi yang didirikan itu bernama Candi Laras. Pengganti Sekar Sungsang adalah Maharaja Sukarama. Pada masa pemerintahannya, pergolakan berlangsung terus-menerus. Walaupun Maharaja Sukarama mengamanatkan agar cucunya, Pangeran Samudera, kelak menggantikan tahta, Pangeran Mangkubumi-lah yang naik takhta.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/jampang.html' rel='bookmark' title='Jampang'>Jampang</a> <small>Bayi yang masih merah itu lahir dan menangis keras sekali. "Syukur anak pertamaku sudah lahir," kata ayahnya dengan gembira. Setelah seminggu, anak itu ditimang-timang. Ibunya memperhatikan dengan khawatir.......</small></li></ol>]]></description> <wfw:commentRss>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/pangeran-sarif.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>4</slash:comments> </item> <item><title>Legenda Pesut Mahakam</title><link>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/legenda-pesut-mahakam.html</link> <comments>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/legenda-pesut-mahakam.html#comments</comments> <pubDate>Fri, 29 Jul 2011 02:32:33 +0000</pubDate> <dc:creator>Pendongeng</dc:creator> <category><![CDATA[Nusantara]]></category> <category><![CDATA[cerita anak]]></category> <category><![CDATA[fabel]]></category> <category><![CDATA[hewan]]></category> <category><![CDATA[Kalimantan Timur]]></category> <category><![CDATA[legenda]]></category> <category><![CDATA[saudara]]></category> <category><![CDATA[sungai]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://dongeng.org/?p=111</guid> <description><![CDATA[Di Kalimanatan terdapat sebuah sungai yang terkenal yaitu Sungai Mahakam. Di sungai tersebut terdapat ikan yang sangat khas bentuknya yaitu Pesut Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris) adalah lumba-lumba air tawar Indonesia. Tubuh tegap, sirip punggung kecil &#38; segitiga serta kepala bulat/tumpul dgn mata yg kecil. Tergolong lumba-lumba kecil, dgn panjang dewasa 2,0 – 2,75 m, bayi pesut 1,0 m. Pesut tdk terlalu aktif, terkadang melompat rendah). Sebenarnya pesut bukanlah ikan tetapi mamalia air sebagaimana Lumba-lumba dan Paus. Menurut penduduk sekitar sungai tersebut Pesut bukanlah sembarang ikan tetapi adalah jelmaan manusia.
Related posts:<ol><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/legenda-kamandaka-si-lutung-kasarung.html' rel='bookmark' title='Legenda Kamandaka Si Lutung Kasarung'>Legenda Kamandaka Si Lutung Kasarung</a> <small>Di Jawa Barat pada jaman dahulu kala ada sebuah Kerajaan Hindu yang besar dan cukup kuat, yaitu berpusat di kota Bogor. Kerajaan itu adalah Kerajaan "Pajajaran", pada saat itu raja yang memerintah yaitu Prabu Siliwangi. Beliau sudah lanjut usia dan bermaksud mengangkat Putra Mahkotanya sebagai penggantinya.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/legenda-ular-ndaung.html' rel='bookmark' title='Legenda Ular n&#8217;Daung'>Legenda Ular n&#8217;Daung</a> <small>Dahulu kala, di kaki sebuah gunung di daerah Bengkulu hiduplah seorang wanita tua dengan tiga orang anaknya. Mereka sangat miskin dan hidup hanya dari penjualan hasil kebunnya yang sangat sempit. Pada suatu hari perempuan tua itu sakit keras.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/legenda-telaga-bidadari.html' rel='bookmark' title='Legenda Telaga Bidadari'>Legenda Telaga Bidadari</a> <small>Telaga itu tidak seberapa lebar dan dalam, kurang lebih tiga meter panjangnya dan dua meter lebarnya dengan kedalaman dua meter. Airnya Bening dan jernih, tidak pernah kering walau kemarau panjang sekalipun. Letaknya di atas sebuah pematang, di bawah keteduhan, kelebatan, dan kerindangan pepohonan, khususnya pohon limau. Jika pohon-pohon limau itu berbunga, berkerumunlah burung-burung dan serangga mengisap madu. Di permukaan tanah itu menjalar dengan suburnya sejenis tumbuhan, gadung namanya. Gadung mempunyai umbi yang besar dan dapat dibuat menjadi kerupuk yang gurih dan enak rasanya. Akan tetapi, jika kurang mahir mengolah bisa menjadi racun bagi orang yang memakannya karena memabukkan.......</small></li></ol>]]></description> <wfw:commentRss>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/legenda-pesut-mahakam.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>21</slash:comments> </item> <item><title>Asal Usul Burung Ruai</title><link>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/asal-usul-burung-ruai.html</link> <comments>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/asal-usul-burung-ruai.html#comments</comments> <pubDate>Thu, 28 Jul 2011 14:32:46 +0000</pubDate> <dc:creator>Pendongeng</dc:creator> <category><![CDATA[Nusantara]]></category> <category><![CDATA[asal usul]]></category> <category><![CDATA[cerita anak]]></category> <category><![CDATA[fabel]]></category> <category><![CDATA[Kalimantan Barat]]></category> <category><![CDATA[kerajaan]]></category> <category><![CDATA[saudara]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://dongeng.org/?p=71</guid> <description><![CDATA[Konon pada zaman dahulu di daerah Kabupaten Sambas (Kalimantan Barat), tepatnya di pedalaman benua Bantahan sebelah Timur Kota Sekura Ibukota Kecamatan Teluk Keramat yang dihuni oleh Suku Dayak, telah terjadi peristiwa yang sangat menakjubkan untuk diketahui dan menarik untuk dikaji, sehingga peristiwa itu diangkat ke permukaan.
Related posts:<ol><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/suri-ikun-dan-dua-burung.html' rel='bookmark' title='Suri Ikun dan Dua Burung'>Suri Ikun dan Dua Burung</a> <small>Alkisah, di sebuah kampung di daerah Nusa Tenggara Timur, Indonesia, ada sebuah keluarga petani yang mempunyai empat belas orang anak. Tujuh orang lelaki dan tujuh orang perempuan. Anak lelakinya yang paling muda bernama Suri Ikun. Ia seorang pemberani dan suka menolong. Berbeda dengan keenam kakak lelakinya, selain pendengki mereka juga penakut. Mendengar dengusan babi hutan saja mereka lari tunggang-langgang.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/asal-usul-banyuwangi.html' rel='bookmark' title='Asal Usul Banyuwangi'>Asal Usul Banyuwangi</a> <small>Pada zaman dahulu di kawasan ujung timur Propinsi Jawa Timur terdapat sebuah kerajaan besar yang diperintah oleh seorang Raja yang adil dan bijaksana. Raja tersebut mempunyai seorang putra yang gagah bernama Raden Banterang. Kegemaran Raden Banterang adalah berburu.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/asal-usul-telaga-warna.html' rel='bookmark' title='Asal Usul Telaga Warna'>Asal Usul Telaga Warna</a> <small>Zaman dahulu, ada sebuah kerajaan di Jawa Barat bernama Kutatanggeuhan. Kutatanggeuhan merupakan kerajaan yang makmur dan damai. Rakyatnya hidup tenang dan sejahtera karena dipimpin oleh raja yang bijaksana. Raja Kutatanggeuhan bernama Prabu Suwartalaya dan permaisurinya bernama Ratu Purbamanah. Raja dan ratu sangant bijaksana sehingga kerjaan yang dipimpin makmur dan tenteram.......</small></li></ol>]]></description> <wfw:commentRss>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/asal-usul-burung-ruai.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>6</slash:comments> </item> <item><title>Legenda Gunung Batu Hapu</title><link>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/legenda-gunung-batu-hapu.html</link> <comments>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/legenda-gunung-batu-hapu.html#comments</comments> <pubDate>Tue, 25 May 2010 17:00:21 +0000</pubDate> <dc:creator>Pendongeng</dc:creator> <category><![CDATA[Nusantara]]></category> <category><![CDATA[anak nakal]]></category> <category><![CDATA[cerita anak]]></category> <category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category> <category><![CDATA[dongeng anak]]></category> <category><![CDATA[durhaka]]></category> <category><![CDATA[hewan]]></category> <category><![CDATA[Kalimantan Selatan]]></category> <category><![CDATA[kutukan]]></category> <category><![CDATA[legenda]]></category> <category><![CDATA[mitos]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://dongeng.org/?p=450</guid> <description><![CDATA[Tidak berapa jauh dari kota Rantau, ibu kota Kabupaten Tapin Propinsi Kalimantan Selatan terdapat dua desa bernama Tambarangan dan Lawahan. Menurut cerita orang tua-tua, dahulu kala di perbatasan kedua desa itu hiduplah seorang janda miskin bersama putranya. Nama janda itu Nini Kudampai, sedangkan nama putranya Angui.
Related posts:<ol><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/ular-dandaung.html' rel='bookmark' title='Ular Dandaung'>Ular Dandaung</a> <small>Konon, dahulu kala ada sebuah kerajaan. Tidak disebutkan oleh pencerita apa nama kerajaan itu. Menurut cerita, kerajaan itu cukup besar. Negerinya kaya raya sehingga penghasilan rakyat melimpah ruah. Rajanya adil dan bijaksana. Kekayaan kerajaan bukan hanya dinikmati raja dan keluarganya, tetapi rakyat pun turut menikmati. Pantaslah jika kerajaan itu selalu dalam suasana tenteram dan damai. Dengan kerajaan-kerajaan lain pun, tidak pernah terjadi silang sengketa sehingga mereka dapat hidup berdampingan secara damai.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/legenda-telaga-bidadari.html' rel='bookmark' title='Legenda Telaga Bidadari'>Legenda Telaga Bidadari</a> <small>Telaga itu tidak seberapa lebar dan dalam, kurang lebih tiga meter panjangnya dan dua meter lebarnya dengan kedalaman dua meter. Airnya Bening dan jernih, tidak pernah kering walau kemarau panjang sekalipun. Letaknya di atas sebuah pematang, di bawah keteduhan, kelebatan, dan kerindangan pepohonan, khususnya pohon limau. Jika pohon-pohon limau itu berbunga, berkerumunlah burung-burung dan serangga mengisap madu. Di permukaan tanah itu menjalar dengan suburnya sejenis tumbuhan, gadung namanya. Gadung mempunyai umbi yang besar dan dapat dibuat menjadi kerupuk yang gurih dan enak rasanya. Akan tetapi, jika kurang mahir mengolah bisa menjadi racun bagi orang yang memakannya karena memabukkan.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/asal-usul-gunung-tangkuban-perahu.html' rel='bookmark' title='Asal Usul Gunung Tangkuban Perahu'>Asal Usul Gunung Tangkuban Perahu</a> <small>Di Jawa Barat tepatnya di Kabupaten Bandung terdapat sebuah tempat rekreasi yang sangat indah yaitu Gunung Tangkuban Perahu. Tangkuban Perahu artinya adalah perahu yang terbalik. Diberi nama seperti karena bentuknya memang menyerupai perahu yang terbalik. Konon menurut cerita rakyat Parahyangan gunung itu memang merupakan perahu yang terbalik. Berikut ini ceritanya.......</small></li></ol>]]></description> <wfw:commentRss>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/legenda-gunung-batu-hapu.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>22</slash:comments> </item> <item><title>Si Buta Dan Si Bungkung</title><link>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/si-buta-dan-si-bungkung.html</link> <comments>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/si-buta-dan-si-bungkung.html#comments</comments> <pubDate>Tue, 11 May 2010 17:00:15 +0000</pubDate> <dc:creator>Pendongeng</dc:creator> <category><![CDATA[Nusantara]]></category> <category><![CDATA[cerita anak]]></category> <category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category> <category><![CDATA[dongeng anak]]></category> <category><![CDATA[jahat]]></category> <category><![CDATA[Kalimantan Selatan]]></category> <category><![CDATA[niat baik]]></category> <category><![CDATA[persahabatan]]></category> <category><![CDATA[positif]]></category> <category><![CDATA[tulus]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://dongeng.org/?p=443</guid> <description><![CDATA[Di suatu kampung tinggallah dua orang pemuda sebaya. Mereka bersahabat akrab sekali. Kemana pun mereka pergi selalu bersama. Boleh dikata tidak pernah terjadi pertengkaran di antara mereka. Jika yang seorang sedang marah, yang seorang lagi berdiam diri atau membujuk sehingga kemarahannya reda. Begitu juga jika ada kesulitan, selalu mereka atasi bersama.
Related posts:<ol><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/anak-pipit-dan-kera.html' rel='bookmark' title='Anak Pipit Dan Kera'>Anak Pipit Dan Kera</a> <small>Tersebutlah seekor kera yang tinggal sendiri di atas pohon di dekat sebuah tepian. Kera itu ditinggalkan kawan-kawannya karena ia sombong dan mementingkan diri sendiri. Dia menganggap pohon tempat tinggalnya itu miliknya sehingga kera-kera lain tidak diizinkan tinggal di sana. Tepian mandi itu pun dianggap miliknya.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/ular-dandaung.html' rel='bookmark' title='Ular Dandaung'>Ular Dandaung</a> <small>Konon, dahulu kala ada sebuah kerajaan. Tidak disebutkan oleh pencerita apa nama kerajaan itu. Menurut cerita, kerajaan itu cukup besar. Negerinya kaya raya sehingga penghasilan rakyat melimpah ruah. Rajanya adil dan bijaksana. Kekayaan kerajaan bukan hanya dinikmati raja dan keluarganya, tetapi rakyat pun turut menikmati. Pantaslah jika kerajaan itu selalu dalam suasana tenteram dan damai. Dengan kerajaan-kerajaan lain pun, tidak pernah terjadi silang sengketa sehingga mereka dapat hidup berdampingan secara damai.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/datu-kalaka.html' rel='bookmark' title='Datu Kalaka'>Datu Kalaka</a> <small>Menurut cerita orang tua-tua beberapa abad yang lalu, di suatu kampung tinggallah seorang lelaki bernama Datu Kalaka. Ia amat disegani dan dihormati orang-orang di kampung itu karena ia menjadi pemimpin masyarakat di sana. Itu pula sebabnya ia diberi gelar datu oleh masyarakat.......</small></li></ol>]]></description> <wfw:commentRss>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/si-buta-dan-si-bungkung.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>25</slash:comments> </item> <item><title>Dongeng Seekor Nyamuk</title><link>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/dongeng-seekor-nyamuk.html</link> <comments>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/dongeng-seekor-nyamuk.html#comments</comments> <pubDate>Tue, 04 May 2010 17:00:48 +0000</pubDate> <dc:creator>Pendongeng</dc:creator> <category><![CDATA[Nusantara]]></category> <category><![CDATA[cerita anak]]></category> <category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category> <category><![CDATA[dongeng anak]]></category> <category><![CDATA[hewan]]></category> <category><![CDATA[Kalimantan Selatan]]></category> <category><![CDATA[kerajaan]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://dongeng.org/?p=440</guid> <description><![CDATA[Di suatu negeri antah-berantah bertahtalah seorang raja yang arif bijaksana. Raja itu hidup bersama permaisuri dan putra-putrinya. Rakyat sangat mencintainya. Istananya terbuka setiap waktu untuk dikunjungi siapa saja. Ua mau mendengar pendapat dan pengaduan rakyatnya. Anak-anak pun boleh bermain-main di halaman sekitar istana.
Related posts:<ol><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/ular-dandaung.html' rel='bookmark' title='Ular Dandaung'>Ular Dandaung</a> <small>Konon, dahulu kala ada sebuah kerajaan. Tidak disebutkan oleh pencerita apa nama kerajaan itu. Menurut cerita, kerajaan itu cukup besar. Negerinya kaya raya sehingga penghasilan rakyat melimpah ruah. Rajanya adil dan bijaksana. Kekayaan kerajaan bukan hanya dinikmati raja dan keluarganya, tetapi rakyat pun turut menikmati. Pantaslah jika kerajaan itu selalu dalam suasana tenteram dan damai. Dengan kerajaan-kerajaan lain pun, tidak pernah terjadi silang sengketa sehingga mereka dapat hidup berdampingan secara damai.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/cindelaras-dan-ayam-sakti.html' rel='bookmark' title='Cindelaras dan Ayam Sakti'>Cindelaras dan Ayam Sakti</a> <small>Kerajaan Jenggala dipimpin oleh seorang raja yang bernama Raden Putra. Ia didampingi oleh seorang permaisuri yang baik hati dan seorang selir yang memiliki sifat iri dan dengki. Raja Putra dan kedua istrinya tadi hidup di dalam istana yang sangat megah dan damai. Hingga suatu hari selir raja merencanakan sesuatu yang buruk pada permaisuri raja. Hal tersebut dilakukan karena selir Raden Putra ingin menjadi permaisuri.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/legenda-gunung-batu-hapu.html' rel='bookmark' title='Legenda Gunung Batu Hapu'>Legenda Gunung Batu Hapu</a> <small>Tidak berapa jauh dari kota Rantau, ibu kota Kabupaten Tapin Propinsi Kalimantan Selatan terdapat dua desa bernama Tambarangan dan Lawahan. Menurut cerita orang tua-tua, dahulu kala di perbatasan kedua desa itu hiduplah seorang janda miskin bersama putranya. Nama janda itu Nini Kudampai, sedangkan nama putranya Angui.......</small></li></ol>]]></description> <wfw:commentRss>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/dongeng-seekor-nyamuk.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>21</slash:comments> </item> <item><title>Anak Pipit Dan Kera</title><link>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/anak-pipit-dan-kera.html</link> <comments>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/anak-pipit-dan-kera.html#comments</comments> <pubDate>Wed, 28 Apr 2010 04:57:54 +0000</pubDate> <dc:creator>Pendongeng</dc:creator> <category><![CDATA[Nusantara]]></category> <category><![CDATA[cerdik]]></category> <category><![CDATA[cerita anak]]></category> <category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category> <category><![CDATA[dongeng anak]]></category> <category><![CDATA[fabel]]></category> <category><![CDATA[hewan]]></category> <category><![CDATA[hutan]]></category> <category><![CDATA[jahat]]></category> <category><![CDATA[Kalimantan Selatan]]></category> <category><![CDATA[positif]]></category> <category><![CDATA[sombong]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://dongeng.org/?p=437</guid> <description><![CDATA[Tersebutlah seekor kera yang tinggal sendiri di atas pohon di dekat sebuah tepian. Kera itu ditinggalkan kawan-kawannya karena ia sombong dan mementingkan diri sendiri. Dia menganggap pohon tempat tinggalnya itu miliknya sehingga kera-kera lain tidak diizinkan tinggal di sana. Tepian mandi itu pun dianggap miliknya.
Related posts:<ol><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/kera-dan-ayam.html' rel='bookmark' title='Kera dan Ayam'>Kera dan Ayam</a> <small>Pada jaman dahulu, tersebutlah seekor ayam yang bersahabat dengan seekor kera. Namun persahabatan itu tidak berlangsung lama, karena kelakuan si kera. Pada suatu petang Si Kera mengajak si ayam untuk berjalan-jalan. Ketika hari sudah petang si Kera mulai merasa lapar. Kemudian ia menangkap si Ayam dan mulai mencabuti bulunya. Si Ayam meronta-ronta dengan sekuat tenaga. Akhirnya, ia dapat meloloskan diri.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/ular-dandaung.html' rel='bookmark' title='Ular Dandaung'>Ular Dandaung</a> <small>Konon, dahulu kala ada sebuah kerajaan. Tidak disebutkan oleh pencerita apa nama kerajaan itu. Menurut cerita, kerajaan itu cukup besar. Negerinya kaya raya sehingga penghasilan rakyat melimpah ruah. Rajanya adil dan bijaksana. Kekayaan kerajaan bukan hanya dinikmati raja dan keluarganya, tetapi rakyat pun turut menikmati. Pantaslah jika kerajaan itu selalu dalam suasana tenteram dan damai. Dengan kerajaan-kerajaan lain pun, tidak pernah terjadi silang sengketa sehingga mereka dapat hidup berdampingan secara damai.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/si-buta-dan-si-bungkung.html' rel='bookmark' title='Si Buta Dan Si Bungkung'>Si Buta Dan Si Bungkung</a> <small>Di suatu kampung tinggallah dua orang pemuda sebaya. Mereka bersahabat akrab sekali. Kemana pun mereka pergi selalu bersama. Boleh dikata tidak pernah terjadi pertengkaran di antara mereka. Jika yang seorang sedang marah, yang seorang lagi berdiam diri atau membujuk sehingga kemarahannya reda. Begitu juga jika ada kesulitan, selalu mereka atasi bersama. ......</small></li></ol>]]></description> <wfw:commentRss>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/anak-pipit-dan-kera.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>16</slash:comments> </item> </channel> </rss>
<!-- This Quick Cache file was built for (  dongeng.org/category/cerita-rakyat/nusantara/feed ) in 2.02740 seconds, on May 19th, 2012 at 10:09 am UTC. -->
<!-- This Quick Cache file will automatically expire ( and be re-built automatically ) on May 19th, 2012 at 11:09 am UTC -->
