<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> <rss
version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
xmlns:rawvoice="http://www.rawvoice.com/rawvoiceRssModule/"
> <channel><title>Dongeng Anak dan Cerita Rakyat &#187; Dongeng Motivasi</title> <atom:link href="http://dongeng.org/category/dongeng-motivasi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>http://dongeng.org</link> <description>Lestarikan dongeng dan cerita rakyat Indonesia &#38; Nusantara</description> <lastBuildDate>Wed, 25 Apr 2012 11:46:58 +0000</lastBuildDate> <language>en</language> <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod> <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency> <generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator> <xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" /><itunes:summary>Lestarikan dongeng dan cerita rakyat Indonesia &amp; Nusantara</itunes:summary> <itunes:author>Dongeng Anak dan Cerita Rakyat</itunes:author> <itunes:explicit>no</itunes:explicit> <itunes:image href="http://dongeng.org/wp-content/plugins/powerpress/itunes_default.jpg" /> <itunes:subtitle>Lestarikan dongeng dan cerita rakyat Indonesia &amp; Nusantara</itunes:subtitle> <image><title>Dongeng Anak dan Cerita Rakyat &#187; Dongeng Motivasi</title> <url>http://dongeng.org/wp-content/plugins/powerpress/rss_default.jpg</url><link>http://dongeng.org/category/dongeng-motivasi</link> </image> <item><title>Anak Kerang</title><link>http://dongeng.org/dongeng-motivasi/anak-kerang.html</link> <comments>http://dongeng.org/dongeng-motivasi/anak-kerang.html#comments</comments> <pubDate>Wed, 03 Aug 2011 02:32:28 +0000</pubDate> <dc:creator>Pendongeng</dc:creator> <category><![CDATA[Dongeng Motivasi]]></category> <category><![CDATA[cerita anak]]></category> <category><![CDATA[hewan]]></category> <category><![CDATA[positif]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://dongeng.org/?p=284</guid> <description><![CDATA[Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengeluh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek. "Anakku," kata sang ibu sambil bercucuran air mata, "Tuhan tidak memberikan pada kita, bangsa kerang, sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu."
Related posts:<ol><li><a
href='http://dongeng.org/dongeng-motivasi/ayam-dan-sapi.html' rel='bookmark' title='Ayam dan Sapi'>Ayam dan Sapi</a> <small>"Kenapa sih", kata seorang kaya pada pelayannya, "Orang-orang mengataiku pelit. Padahal semua orang kan tahu kalau aku wafat nanti, aku akan memberikan semua yang aku punya pada yayasan sosial dan panti asuhan?" "Akan saya ceritakan fabel tentang ayam dan sapi," jawab pelayannya.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/dongeng-motivasi/pohon-apel.html' rel='bookmark' title='Pohon Apel'>Pohon Apel</a> <small>Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/dongeng-motivasi/wortel-telur-dan-kopi.html' rel='bookmark' title='Wortel, Telur, Dan Kopi'>Wortel, Telur, Dan Kopi</a> <small>Seorang anak perempuan mengeluh pada sang ayah tentang kehidupannya yang sangat berat. Ia tak tahu lagi apa yang harus dilakukan dan bermaksud untuk menyerah. Ia merasa capai untuk terus berjuang dan berjuang. Bila satu persoalan telah teratasi, maka persoalan yang lain muncul. Lalu, ayahnya yang seorang koki membawanya ke dapur. Ia mengisi tiga panci dengan air kemudian menaruh ketiganya di atas api. Segera air dalam panci-panci itu mendidih. Pada panci pertama dimasukkannya beberapa wortel Ke dalam panci kedua dimasukkannya beberapa butir telur. Dan, pada panci terakhir dimasukkannya biji-biji kopi. Lalu dibiarkannya ketiga panci itu beberapa saat tanpa berkata sepatah kata. ......</small></li></ol>]]></description> <wfw:commentRss>http://dongeng.org/dongeng-motivasi/anak-kerang.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>16</slash:comments> </item> <item><title>Pohon Apel</title><link>http://dongeng.org/dongeng-motivasi/pohon-apel.html</link> <comments>http://dongeng.org/dongeng-motivasi/pohon-apel.html#comments</comments> <pubDate>Sun, 25 Oct 2009 04:12:31 +0000</pubDate> <dc:creator>Pendongeng</dc:creator> <category><![CDATA[Dongeng Motivasi]]></category> <category><![CDATA[bakti anak]]></category> <category><![CDATA[cerita anak]]></category> <category><![CDATA[kasih]]></category> <category><![CDATA[Motivasi]]></category> <category><![CDATA[positif]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://dongeng.org/?p=308</guid> <description><![CDATA[Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.
Related posts:<ol><li><a
href='http://dongeng.org/dongeng-motivasi/ayam-dan-sapi.html' rel='bookmark' title='Ayam dan Sapi'>Ayam dan Sapi</a> <small>"Kenapa sih", kata seorang kaya pada pelayannya, "Orang-orang mengataiku pelit. Padahal semua orang kan tahu kalau aku wafat nanti, aku akan memberikan semua yang aku punya pada yayasan sosial dan panti asuhan?" "Akan saya ceritakan fabel tentang ayam dan sapi," jawab pelayannya.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/dongeng-motivasi/wortel-telur-dan-kopi.html' rel='bookmark' title='Wortel, Telur, Dan Kopi'>Wortel, Telur, Dan Kopi</a> <small>Seorang anak perempuan mengeluh pada sang ayah tentang kehidupannya yang sangat berat. Ia tak tahu lagi apa yang harus dilakukan dan bermaksud untuk menyerah. Ia merasa capai untuk terus berjuang dan berjuang. Bila satu persoalan telah teratasi, maka persoalan yang lain muncul. Lalu, ayahnya yang seorang koki membawanya ke dapur. Ia mengisi tiga panci dengan air kemudian menaruh ketiganya di atas api. Segera air dalam panci-panci itu mendidih. Pada panci pertama dimasukkannya beberapa wortel Ke dalam panci kedua dimasukkannya beberapa butir telur. Dan, pada panci terakhir dimasukkannya biji-biji kopi. Lalu dibiarkannya ketiga panci itu beberapa saat tanpa berkata sepatah kata. ......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/dongeng-motivasi/anak-kerang.html' rel='bookmark' title='Anak Kerang'>Anak Kerang</a> <small>Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengeluh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek. "Anakku," kata sang ibu sambil bercucuran air mata, "Tuhan tidak memberikan pada kita, bangsa kerang, sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu." ......</small></li></ol>]]></description> <wfw:commentRss>http://dongeng.org/dongeng-motivasi/pohon-apel.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>34</slash:comments> </item> <item><title>Ayam dan Sapi</title><link>http://dongeng.org/dongeng-motivasi/ayam-dan-sapi.html</link> <comments>http://dongeng.org/dongeng-motivasi/ayam-dan-sapi.html#comments</comments> <pubDate>Mon, 19 Oct 2009 14:39:46 +0000</pubDate> <dc:creator>Pendongeng</dc:creator> <category><![CDATA[Dongeng Motivasi]]></category> <category><![CDATA[cerita anak]]></category> <category><![CDATA[fabel]]></category> <category><![CDATA[hewan]]></category> <category><![CDATA[Motivasi]]></category> <category><![CDATA[positif]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://dongeng.org/?p=283</guid> <description><![CDATA["Kenapa sih", kata seorang kaya pada pelayannya, "Orang-orang mengataiku pelit. Padahal semua orang kan tahu kalau aku wafat nanti, aku akan memberikan semua yang aku punya pada yayasan sosial dan panti asuhan?" "Akan saya ceritakan fabel tentang ayam dan sapi," jawab pelayannya.
Related posts:<ol><li><a
href='http://dongeng.org/dongeng-motivasi/anak-kerang.html' rel='bookmark' title='Anak Kerang'>Anak Kerang</a> <small>Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengeluh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek. "Anakku," kata sang ibu sambil bercucuran air mata, "Tuhan tidak memberikan pada kita, bangsa kerang, sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu." ......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/dongeng-motivasi/pohon-apel.html' rel='bookmark' title='Pohon Apel'>Pohon Apel</a> <small>Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/dongeng-motivasi/wortel-telur-dan-kopi.html' rel='bookmark' title='Wortel, Telur, Dan Kopi'>Wortel, Telur, Dan Kopi</a> <small>Seorang anak perempuan mengeluh pada sang ayah tentang kehidupannya yang sangat berat. Ia tak tahu lagi apa yang harus dilakukan dan bermaksud untuk menyerah. Ia merasa capai untuk terus berjuang dan berjuang. Bila satu persoalan telah teratasi, maka persoalan yang lain muncul. Lalu, ayahnya yang seorang koki membawanya ke dapur. Ia mengisi tiga panci dengan air kemudian menaruh ketiganya di atas api. Segera air dalam panci-panci itu mendidih. Pada panci pertama dimasukkannya beberapa wortel Ke dalam panci kedua dimasukkannya beberapa butir telur. Dan, pada panci terakhir dimasukkannya biji-biji kopi. Lalu dibiarkannya ketiga panci itu beberapa saat tanpa berkata sepatah kata. ......</small></li></ol>]]></description> <wfw:commentRss>http://dongeng.org/dongeng-motivasi/ayam-dan-sapi.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>16</slash:comments> </item> <item><title>Wortel, Telur, Dan Kopi</title><link>http://dongeng.org/dongeng-motivasi/wortel-telur-dan-kopi.html</link> <comments>http://dongeng.org/dongeng-motivasi/wortel-telur-dan-kopi.html#comments</comments> <pubDate>Mon, 19 Oct 2009 14:29:57 +0000</pubDate> <dc:creator>Pendongeng</dc:creator> <category><![CDATA[Dongeng Motivasi]]></category> <category><![CDATA[Motivasi]]></category> <category><![CDATA[positif]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://dongeng.org/?p=287</guid> <description><![CDATA[Seorang anak perempuan mengeluh pada sang ayah tentang kehidupannya yang sangat berat. Ia tak tahu lagi apa yang harus dilakukan dan bermaksud untuk menyerah. Ia merasa capai untuk terus berjuang dan berjuang. Bila satu persoalan telah teratasi, maka persoalan yang lain muncul. Lalu, ayahnya yang seorang koki membawanya ke dapur. Ia mengisi tiga panci dengan air kemudian menaruh ketiganya di atas api. Segera air dalam panci-panci itu mendidih. Pada panci pertama dimasukkannya beberapa wortel Ke dalam panci kedua dimasukkannya beberapa butir telur. Dan, pada panci terakhir dimasukkannya biji-biji kopi. Lalu dibiarkannya ketiga panci itu beberapa saat tanpa berkata sepatah kata.
Related posts:<ol><li><a
href='http://dongeng.org/dongeng-motivasi/ayam-dan-sapi.html' rel='bookmark' title='Ayam dan Sapi'>Ayam dan Sapi</a> <small>"Kenapa sih", kata seorang kaya pada pelayannya, "Orang-orang mengataiku pelit. Padahal semua orang kan tahu kalau aku wafat nanti, aku akan memberikan semua yang aku punya pada yayasan sosial dan panti asuhan?" "Akan saya ceritakan fabel tentang ayam dan sapi," jawab pelayannya.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/dongeng-motivasi/pohon-apel.html' rel='bookmark' title='Pohon Apel'>Pohon Apel</a> <small>Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/dongeng-motivasi/anak-kerang.html' rel='bookmark' title='Anak Kerang'>Anak Kerang</a> <small>Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengeluh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek. "Anakku," kata sang ibu sambil bercucuran air mata, "Tuhan tidak memberikan pada kita, bangsa kerang, sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu." ......</small></li></ol>]]></description> <wfw:commentRss>http://dongeng.org/dongeng-motivasi/wortel-telur-dan-kopi.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>15</slash:comments> </item> </channel> </rss>
<!-- This Quick Cache file was built for (  dongeng.org/category/dongeng-motivasi/feed ) in 3.65847 seconds, on May 19th, 2012 at 10:19 am UTC. -->
<!-- This Quick Cache file will automatically expire ( and be re-built automatically ) on May 19th, 2012 at 11:19 am UTC -->
