Towjatuwa dan Buaya Sakti

buaya
Lelaki itu sedang gundah, oleh karena isterinya yang hamil tua mengalami kesulitan dalam melahirkan bayinya. Untuk membantu kelahiran anaknya itu, ia membutuhkan operasi yang menggunakan batu tajam dari sungai Tami.
Ketika sedang sibuk mencari batu tajam tersebut, ia mendengar suaraBuluh Perindu. Read more ... »-suara aneh di belakangnya. Alangkah terkejutnya Towjatuwa ketika ia melihat seekor buayaKutukan Raja Pulau Mintin. Read more ... » besar di depannya. Ia sangat ketakutan dan hampir pingsan. Buaya besar itu pelan-pelan bergerak ke arah Towjatuwa. Tidak seperti buaya lainnya, binatang ini memiliki bulu-bulu dari burungSi Parkit Raja Parakeet. Read more ... » Kaswari di punggungnya. Sehingga ketika buaya itu bergerak, binatang itu tampak sangat menakutkan.
Namun saat Towjatuwa hendak melarikan diri, buaya itu menyapanya dengan ramah dan bertanya apa yang sedang ia lakukan. Towjatuwapun menceritakan keadaan isterinya. Buaya ajaib inipun berkata: “Tidak usah khawatir, saya akan datang ke rumahmu nanti malam. Saya akan menolong isterimu melahirkan.” Towjatuwa pulang menemui isterinya. Dengan sangat berbahagia, iapun menceritakan perihal pertemuannya dengan seekor buaya ajaib.
Malam itu, seperti yang dijanjikan, buaya ajaib itupun memasuki rumah Towjatuwa. Dengan kekuatan ajaibnya, buaya yang bernama Watuwe itu menolong proses kelahiran seorang bayi laki-laki dengan selamat. Ia diberi nama Narrowra. Watuwe meramalkan bahwa kelak bayi tersebut akan tumbuh menjadi pemburu yang handal.
Watuwe lalu mengingatkan agar Towjatuwa dan keturunannya tidak membunuh dan memakan daging buaya. Apabila larangan itu dilanggar maka Towjatuwa dan keturunannya akan mati. Sejak saat itu, Towjatuwa dan anakRumah Baru Untuk Riri. Read more ... » keturunannya berjanji untuk melindungi binatang yang berada disekitar sungai Tami dari para pemburu.
Sumber: sesite.niu.edu (Diadaptasi secara bebas dari, Alice M. Terada, “The Magic Crocodile,” The Magic Crocodile and Other Folktales from Indonesia, Honolulu: University of Hawaii Press, 1994, hal 135-142)

9 Comments:
By Aster 18 Aug 2010
terLaLu singkat… :(
tapi keren…….. :)
By ADI 26 Nov 2011
suatu hari di sebuah panggung yang megah ada seorang wanita yang sangat canik yang bernama ummi kalsum.
pda hari itu datanglah seorang pangeran yang tampan dan baik hati .
pangeran melihat wanita di panggung itu kata pangeran waw wanita itu sanyat cantik dri desa manakah wanita itu
By Sodik Harazuku 10 May 2012
wAh hEbAt yAA.
By VjAt Atrisno Putra Tukau 15 Jun 2012
wahh hebatnya buaya sakti… q uga pngen..hahahaa
By Azie Zieey 07 Jul 2012
BUAYE PENIPU..HAHA..WEKKZZ..