Advertisement

Asal Mula Cheng Beng (Sembahyang Kubur)

    Print This Post Print This Post
  • GD Star Rating
    loading...

    Diceritakan pada zaman Dinasti Ming ada seorang anak bernama Cu Guan Ciong (Zhu Yuan Zhang, pendiri Dinasti Ming) yang berasal dari sebuah keluarga yang sangat miskin. Dalam membesarkan dan mendidik Cu Guan Ciong, orangtuanya meminta bantuan kepada sebuah kuil.

    Tai Zu

    Tai Zu

    Semakin dewasa, karma Cu Guan Ciong semakin baik. Sehingga ketika dewasa, Beliau menjadi seorang kaisar. Setelah menjadi kaisar, Cu Guan Ciong kembali ke desa untuk menjumpai orangtuanya. Sesampainya di desa ternyata orangtuanya telah meninggal dunia dan tidak diketahui keberadaan makamnya.

    Kemudian untuk mengetahui keberadaan makam orangtuanya, sebagai seorang kaisar, Cu Guan Ciong memberi tintah kepada seluruh rakyatnya untuk melakukan ziarah dan membersihkan makam leluhur mereka masing-masing pada hari yang telah ditentukan (5 April). Selain itu, diperintahkan juga untuk memberikan tanda kertas kuning di atas makam-makam tersebut.

    Setelah semua rakyat selesai berizarah, kaisar memeriksa makam-makam yang ada di desa dan menemukan makam-makam yang belum dibesihkan serta tidak diberi tanda. Kemudian kaisar menziarahi makam-makam tersebut dengan berasumsi bahawa di antara makam-makam tersebut pastilah merupakan makam orangtua, sanak keluarga, dan leluhurnya. Hal ini kemudian dijadikan tradisi untuk setiap tahunnya.

    Bakti kepada orang tua adalah dasar dari segala perbuatan. Yang paling utama adalah bakti saat orang tua masih hidup yaitu dengan berusaha membalas jerih payah mereka membersearkan kita. Saat orang tua telah meninggal dunia, kita mengenang dan mengingat kembali budi-budi mereka dan sekuat tenaga membalasanya.

    Disadur dari selebaran Upacara Peringatan Cheng Beng yang diterbitkan oleh Maitricittena, Ekayana Buddhist Center

    GD Star Rating
    loading...
  1. #1 indodiabetes
    January 27th, 2010 at 11:18 am

    Wah… saya baru ketemu blog yg begitu bagus. Jaman sekarang susah mencari penutur-penutur cerita dongeng. Mudah2an blog ini menjadi satu2nya arsip cerita dongeng yang bermanfaat untuk anak cucu kita.
    Thanks

    Post ReplyPost Reply
  2. #2 livianty
    February 10th, 2010 at 12:35 am

    bagus bgt dongeng ny…. menambah pengetahuan^^

    Post ReplyPost Reply
  3. #3 mely
    February 12th, 2010 at 6:02 pm

    bagus banget ya .. nmakin nambh pengetahuan nih.. n bagus untuk yg belum tau cerita2 jaman dahulu.. makin ditingkatkan ya..

    Post ReplyPost Reply
  4. #4 Evi Yuliani
    March 20th, 2010 at 11:23 pm

    Penyajian cerita yg singkat,padat,jelas,ringkas dgn pesan lugas. terima kasih telah share.semoga sukses selalu.

    Post ReplyPost Reply
  5. #5 lina_Bali
    June 9th, 2010 at 9:37 pm

    T O P B G T ….
    dan artikel ini menyadarkan saya, bahwa seburuk apapun orang tua kita, mreka tetap bagian dari kita
    sebab maybe i’m not here without them!!!!
    MANTAPLAH…
    DITINGKATKAN YA….

    Post ReplyPost Reply
  6. #6 mimi
    June 25th, 2010 at 8:28 pm

    terima kasih ceritanya sy akan menceritakan kepada anak sy menjelang tidur

    Post ReplyPost Reply
  7. #7 benny
    July 6th, 2010 at 5:15 pm

    Terima kasih dongeng.org, masih tetap mengumpulkan cerita2 rakyat, sungguh ber-harga sekali cerita rakyat, dan patut di lestarikan

    Post ReplyPost Reply
  8. #8 beradithajewell
    August 7th, 2010 at 7:21 am

    kerrrrrreeeeeeennnnn bbbbbaaaaaaaaaaannnnnngggggggeeeeeeeettt!!!ssssssssseeeemmmmmmmmmoooogaaaaaaaaaa bbbbbbbbbeeeeeeeeerrrrmmmmmmmmannnnnnnnnfffffffffffaaaaaaaaatttttttttt uuuuuuuuunnnnnnnnnttttttttttuuuuuuuuukkkkkkkk aaaaaaaaaaannnnnnnnaaak cccccccccccucuu kita!

    Post ReplyPost Reply
Leave a Comment