Posts tagged "Cerita Rakyat"
Si Panjang
Kompeni Belanda pada abad ke-18 di Batavia merasa menghadapi masalah besar. Hambatan itu datang dari kalangan pedagang. Pelopornya adalah para tauke. Saingan ini memang amat licin karena para tauke dan organisasinya begitu terpadu. Sampai ke pelosok-pelosok mereka punya jaringan yang rapi dan tidak kentara, terutama dalam bidang perdagangan. Kalau harga yang satu naik, harga yang lain ikut naik. Tidak ada yang berbeda. Begitu juga dengan barang-barang mana yang harus muncul dan mana pula yang tidak dikeluarkan dulu. Semua demi keuntungan para tauke.
Datu Kalaka
Menurut cerita orang tua-tua beberapa abad yang lalu, di suatu kampung tinggallah seorang lelaki bernama Datu Kalaka. Ia amat disegani dan dihormati orang-orang di kampung itu karena ia menjadi pemimpin masyarakat di sana. Itu pula sebabnya ia diberi gelar datu oleh masyarakat.
Categories: Nusantara Tags: belanda, cerita anak, Cerita Rakyat, dongeng anak, Kalimantan Selatan, Pahlawan, penjajah, positif, raksasa
Legenda Telaga Bidadari
Telaga itu tidak seberapa lebar dan dalam, kurang lebih tiga meter panjangnya dan dua meter lebarnya dengan kedalaman dua meter. Airnya Bening dan jernih, tidak pernah kering walau kemarau panjang sekalipun. Letaknya di atas sebuah pematang, di bawah keteduhan, kelebatan, dan kerindangan pepohonan, khususnya pohon limau. Jika pohon-pohon limau itu berbunga, berkerumunlah burung-burung dan serangga mengisap madu. Di permukaan tanah itu menjalar dengan suburnya sejenis tumbuhan, gadung namanya. Gadung mempunyai umbi yang besar dan dapat dibuat menjadi kerupuk yang gurih dan enak rasanya. Akan tetapi, jika kurang mahir mengolah bisa menjadi racun bagi orang yang memakannya karena memabukkan.
Categories: Nusantara Tags: bidadari, cerita anak, Cerita Rakyat, Cinta, danau telaga, Kalimantan Selatan, kebahagiaan, kecantikan, legenda, niat baik, sungai
Ular Dandaung
Konon, dahulu kala ada sebuah kerajaan. Tidak disebutkan oleh pencerita apa nama kerajaan itu. Menurut cerita, kerajaan itu cukup besar. Negerinya kaya raya sehingga penghasilan rakyat melimpah ruah. Rajanya adil dan bijaksana. Kekayaan kerajaan bukan hanya dinikmati raja dan keluarganya, tetapi rakyat pun turut menikmati. Pantaslah jika kerajaan itu selalu dalam suasana tenteram dan damai. Dengan kerajaan-kerajaan lain pun, tidak pernah terjadi silang sengketa sehingga mereka dapat hidup berdampingan secara damai.
Categories: Nusantara Tags: bakti anak, cerita anak, Cerita Rakyat, dongeng anak, fabel, hewan, Kalimantan Selatan, kerajaan, kutukan, legenda, mitos, pangeran, positif, tulus
Si Angkri Jagoan Pasar Ikan
Bai sama juga. Begitu tahu kalau yang dihadapi tiga anggota keamanan yang lengkap dengan pentung dan senapan, Bai berlutut seketika. Kemudian giliran Angkri. Bek Kasan marah dan menantang Angkri berkelahi satu lawan satu. Angkri melayani. Pertarungan seru. Angkri mencabut goloknya. Akan tetapi, sudah didahului tendangan keras dari kaki Bek Kasan. Golok Angkri terpental ke lumpur. Seketika itu Angkri menggunakan jurus-jurus silatnya. Bek Kasan kena sodok perutnya. Jatuh telentang. Begitu Bek Kasan jatuh di tanah, Angkri meloncat dengan kedua lutut di depan. Biar mampus Bek Kasan. Mungkin perutnya bisa ambrol. Akan tetapi, Bek Kasan sudah memperhitungkan. Dia cepat mengelak ke kanan sehingga kedua lutut Angkri menghunjam ke batu. Setelah itu, Angkri tidak bisa berjalan. Kedua lututnya seperti pecah. Bek Kasan segera memegang kepala Angkri. Rambutnya ditarik, Angkri menyerah. Dia dibawa ke kantor opas di Kota Intan. Atas keputusan hakim, Angkri dianggap sebagai biangnya. Madun dan Bai masuk penjara beberapa tahun, sedangkan Angkri menjalani hukuman gantung.


Pulau Kakak-Beradik
Towjatuwa dan Buaya Sakti
Asal Nama Kota Indramayu
Telaga Pasir Sarangan
Apollo dan Daphne