<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> <rss
version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
xmlns:rawvoice="http://www.rawvoice.com/rawvoiceRssModule/"
> <channel><title>Dongeng Anak dan Cerita Rakyat &#187; danau telaga</title> <atom:link href="http://dongeng.org/tag/danau-telaga/feed" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>http://dongeng.org</link> <description>Lestarikan dongeng dan cerita rakyat Indonesia &#38; Nusantara</description> <lastBuildDate>Wed, 25 Apr 2012 11:46:58 +0000</lastBuildDate> <language>en</language> <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod> <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency> <generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator> <xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" /><itunes:summary>Lestarikan dongeng dan cerita rakyat Indonesia &amp; Nusantara</itunes:summary> <itunes:author>Dongeng Anak dan Cerita Rakyat</itunes:author> <itunes:explicit>no</itunes:explicit> <itunes:image href="http://dongeng.org/wp-content/plugins/powerpress/itunes_default.jpg" /> <itunes:subtitle>Lestarikan dongeng dan cerita rakyat Indonesia &amp; Nusantara</itunes:subtitle> <image><title>Dongeng Anak dan Cerita Rakyat &#187; danau telaga</title> <url>http://dongeng.org/wp-content/plugins/powerpress/rss_default.jpg</url><link>http://dongeng.org</link> </image> <item><title>Legenda Telaga Bidadari</title><link>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/legenda-telaga-bidadari.html</link> <comments>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/legenda-telaga-bidadari.html#comments</comments> <pubDate>Tue, 23 Mar 2010 17:00:31 +0000</pubDate> <dc:creator>Pendongeng</dc:creator> <category><![CDATA[Nusantara]]></category> <category><![CDATA[bidadari]]></category> <category><![CDATA[cerita anak]]></category> <category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category> <category><![CDATA[Cinta]]></category> <category><![CDATA[danau telaga]]></category> <category><![CDATA[Kalimantan Selatan]]></category> <category><![CDATA[kebahagiaan]]></category> <category><![CDATA[kecantikan]]></category> <category><![CDATA[legenda]]></category> <category><![CDATA[niat baik]]></category> <category><![CDATA[sungai]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://dongeng.org/?p=394</guid> <description><![CDATA[Telaga itu tidak seberapa lebar dan dalam, kurang lebih tiga meter panjangnya dan dua meter lebarnya dengan kedalaman dua meter. Airnya Bening dan jernih, tidak pernah kering walau kemarau panjang sekalipun. Letaknya di atas sebuah pematang, di bawah keteduhan, kelebatan, dan kerindangan pepohonan, khususnya pohon limau. Jika pohon-pohon limau itu berbunga, berkerumunlah burung-burung dan serangga mengisap madu. Di permukaan tanah itu menjalar dengan suburnya sejenis tumbuhan, gadung namanya. Gadung mempunyai umbi yang besar dan dapat dibuat menjadi kerupuk yang gurih dan enak rasanya. Akan tetapi, jika kurang mahir mengolah bisa menjadi racun bagi orang yang memakannya karena memabukkan.
Related posts:<ol><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/asal-usul-telaga-warna.html' rel='bookmark' title='Asal Usul Telaga Warna'>Asal Usul Telaga Warna</a> <small>Zaman dahulu, ada sebuah kerajaan di Jawa Barat bernama Kutatanggeuhan. Kutatanggeuhan merupakan kerajaan yang makmur dan damai. Rakyatnya hidup tenang dan sejahtera karena dipimpin oleh raja yang bijaksana. Raja Kutatanggeuhan bernama Prabu Suwartalaya dan permaisurinya bernama Ratu Purbamanah. Raja dan ratu sangant bijaksana sehingga kerjaan yang dipimpin makmur dan tenteram.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/aryo-menak-dan-tujuh-bidadari.html' rel='bookmark' title='Aryo Menak dan Tujuh Bidadari'>Aryo Menak dan Tujuh Bidadari</a> <small>Aryo Menak adalah seorang pemuda yang sangat gemar mengembara ke tengah hutan. Pada suatu bulan purnama, ketika dia beristirahat dibawah pohon di dekat sebuah danau, dilihatnya cahaya sangat terang berpendar di pinggir danau itu. Perlahan-lahan ia mendekati sumber cahaya tadi. Alangkah terkejutnya, ketika dilihatnya tujuh orang bidadari sedang mandi dan bersenda gurau disana.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/legenda-gunung-batu-hapu.html' rel='bookmark' title='Legenda Gunung Batu Hapu'>Legenda Gunung Batu Hapu</a> <small>Tidak berapa jauh dari kota Rantau, ibu kota Kabupaten Tapin Propinsi Kalimantan Selatan terdapat dua desa bernama Tambarangan dan Lawahan. Menurut cerita orang tua-tua, dahulu kala di perbatasan kedua desa itu hiduplah seorang janda miskin bersama putranya. Nama janda itu Nini Kudampai, sedangkan nama putranya Angui.......</small></li></ol>]]></description> <wfw:commentRss>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/legenda-telaga-bidadari.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>32</slash:comments> </item> <item><title>Asal Usul Danau Maninjau</title><link>http://dongeng.org/cerita-rakyat/asal-usul-danau-maninjau.html</link> <comments>http://dongeng.org/cerita-rakyat/asal-usul-danau-maninjau.html#comments</comments> <pubDate>Tue, 26 Jan 2010 03:57:00 +0000</pubDate> <dc:creator>Pendongeng</dc:creator> <category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category> <category><![CDATA[Nusantara]]></category> <category><![CDATA[asal usul]]></category> <category><![CDATA[cerita anak]]></category> <category><![CDATA[Cinta]]></category> <category><![CDATA[danau telaga]]></category> <category><![CDATA[gunung]]></category> <category><![CDATA[iri hati]]></category> <category><![CDATA[jahat]]></category> <category><![CDATA[menuduh]]></category> <category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://dongeng.org/?p=342</guid> <description><![CDATA[Danau Maninjau adalah sebuah danau vulkanik yang terletak di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Danau dengan luas sekitar 99,5 km2 dengan kedalaman mencapai 495 meter ini merupakan danau terluas kesebelas di Indonesia, dan terluas kedua di Sumatra Barat. Menurut cerita, Danau Maninjau pada awalnya merupakan gunung berapi yang di puncaknya terdapat sebuah kawah yang luas. Oleh karena ulah manusia, gunung berapi itu meletus dan membentuk sebuah danau yang luas. Apa gerangan yang menyebabkan gunung berapi itu meletus dan berubah menjadi danau? Kisahnya dapat Anda ikuti dalam cerita Asal Usul Danau Maninjau berikut ini!
Related posts:<ol><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/asal-usul-danau-toba.html' rel='bookmark' title='Asal Usul Danau Toba'>Asal Usul Danau Toba</a> <small>Pada zaman dahulu di suatu desa di Sumatera Utara hiduplah seorang petani bernama Toba yang menyendiri di sebuah lembah yang landai dan subur. Petani itu mengerjakan lahan pertaniannya untuk keperluan hidupnya.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/asal-usul-gunung-tangkuban-perahu.html' rel='bookmark' title='Asal Usul Gunung Tangkuban Perahu'>Asal Usul Gunung Tangkuban Perahu</a> <small>Di Jawa Barat tepatnya di Kabupaten Bandung terdapat sebuah tempat rekreasi yang sangat indah yaitu Gunung Tangkuban Perahu. Tangkuban Perahu artinya adalah perahu yang terbalik. Diberi nama seperti karena bentuknya memang menyerupai perahu yang terbalik. Konon menurut cerita rakyat Parahyangan gunung itu memang merupakan perahu yang terbalik. Berikut ini ceritanya.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/asal-usul-telaga-warna.html' rel='bookmark' title='Asal Usul Telaga Warna'>Asal Usul Telaga Warna</a> <small>Zaman dahulu, ada sebuah kerajaan di Jawa Barat bernama Kutatanggeuhan. Kutatanggeuhan merupakan kerajaan yang makmur dan damai. Rakyatnya hidup tenang dan sejahtera karena dipimpin oleh raja yang bijaksana. Raja Kutatanggeuhan bernama Prabu Suwartalaya dan permaisurinya bernama Ratu Purbamanah. Raja dan ratu sangant bijaksana sehingga kerjaan yang dipimpin makmur dan tenteram.......</small></li></ol>]]></description> <wfw:commentRss>http://dongeng.org/cerita-rakyat/asal-usul-danau-maninjau.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>20</slash:comments> </item> <item><title>Telaga Pasir Sarangan</title><link>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/telaga-pasir-sarangan.html</link> <comments>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/telaga-pasir-sarangan.html#comments</comments> <pubDate>Thu, 14 May 2009 13:01:01 +0000</pubDate> <dc:creator>Pendongeng</dc:creator> <category><![CDATA[Nusantara]]></category> <category><![CDATA[asal usul]]></category> <category><![CDATA[danau telaga]]></category> <category><![CDATA[Jawa Timur]]></category> <category><![CDATA[legenda]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://dongeng.org/?p=217</guid> <description><![CDATA[Kyai Pasir dan Nyai Pasir adalah pasangan suami isteri yang hidup di hutan gunung Lawu. Mereka berteduh di sebuah rumah (pondok) di hutan lereng gunung Lawu sebelah timur. Pondok itu dibuat dari kayu hutan dan beratapkan dedaunan. Dengan pondok yang sangat sederhana ini keduanya sudah merasa sangat aman dan tidak takut akan bahaya yang menimpanya, seperti gangguan binatang buas dan sebagainya. Lebih-lebih mereka telah lama hidup di hutan tersebut sehingga paham terhadap situasi lingkungan sekitar dan pasti dapat mengatasi segala gangguan yang mungkin akan menimpa dirinya.
Related posts:<ol><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/asal-usul-telaga-warna.html' rel='bookmark' title='Asal Usul Telaga Warna'>Asal Usul Telaga Warna</a> <small>Zaman dahulu, ada sebuah kerajaan di Jawa Barat bernama Kutatanggeuhan. Kutatanggeuhan merupakan kerajaan yang makmur dan damai. Rakyatnya hidup tenang dan sejahtera karena dipimpin oleh raja yang bijaksana. Raja Kutatanggeuhan bernama Prabu Suwartalaya dan permaisurinya bernama Ratu Purbamanah. Raja dan ratu sangant bijaksana sehingga kerjaan yang dipimpin makmur dan tenteram.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/asal-usul-telaga-biru.html' rel='bookmark' title='Asal Usul Telaga Biru'>Asal Usul Telaga Biru</a> <small>Dibelahan bumi Halmahera Utara tepatnya di wilayah Galela dusun Lisawa, di tengah ketenangan hidup dan jumlah penduduk yang masih jarang (hanya terdiri dari beberapa rumah atau dadaru), penduduk Lisawa tersentak gempar dengan ditemukannya air yang tiba-tiba keluar dari antara bebatuan hasil pembekuan lahar panas. Air yang tergenang itu kemudian membentuk sebuah telaga.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/legenda-telaga-bidadari.html' rel='bookmark' title='Legenda Telaga Bidadari'>Legenda Telaga Bidadari</a> <small>Telaga itu tidak seberapa lebar dan dalam, kurang lebih tiga meter panjangnya dan dua meter lebarnya dengan kedalaman dua meter. Airnya Bening dan jernih, tidak pernah kering walau kemarau panjang sekalipun. Letaknya di atas sebuah pematang, di bawah keteduhan, kelebatan, dan kerindangan pepohonan, khususnya pohon limau. Jika pohon-pohon limau itu berbunga, berkerumunlah burung-burung dan serangga mengisap madu. Di permukaan tanah itu menjalar dengan suburnya sejenis tumbuhan, gadung namanya. Gadung mempunyai umbi yang besar dan dapat dibuat menjadi kerupuk yang gurih dan enak rasanya. Akan tetapi, jika kurang mahir mengolah bisa menjadi racun bagi orang yang memakannya karena memabukkan.......</small></li></ol>]]></description> <wfw:commentRss>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/telaga-pasir-sarangan.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>5</slash:comments> </item> <item><title>Asal Usul Telaga Warna</title><link>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/asal-usul-telaga-warna.html</link> <comments>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/asal-usul-telaga-warna.html#comments</comments> <pubDate>Sun, 26 Apr 2009 09:31:13 +0000</pubDate> <dc:creator>Pendongeng</dc:creator> <category><![CDATA[Nusantara]]></category> <category><![CDATA[anak nakal]]></category> <category><![CDATA[asal usul]]></category> <category><![CDATA[cerita anak]]></category> <category><![CDATA[danau telaga]]></category> <category><![CDATA[Jawa Barat]]></category> <category><![CDATA[kerajaan]]></category> <category><![CDATA[legenda]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://dongeng.org/?p=133</guid> <description><![CDATA[Zaman dahulu, ada sebuah kerajaan di Jawa Barat bernama Kutatanggeuhan. Kutatanggeuhan merupakan kerajaan yang makmur dan damai. Rakyatnya hidup tenang dan sejahtera karena dipimpin oleh raja yang bijaksana. Raja Kutatanggeuhan bernama Prabu Suwartalaya dan permaisurinya bernama Ratu Purbamanah. Raja dan ratu sangant bijaksana sehingga kerjaan yang dipimpin makmur dan tenteram.
Related posts:<ol><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/asal-usul-telaga-biru.html' rel='bookmark' title='Asal Usul Telaga Biru'>Asal Usul Telaga Biru</a> <small>Dibelahan bumi Halmahera Utara tepatnya di wilayah Galela dusun Lisawa, di tengah ketenangan hidup dan jumlah penduduk yang masih jarang (hanya terdiri dari beberapa rumah atau dadaru), penduduk Lisawa tersentak gempar dengan ditemukannya air yang tiba-tiba keluar dari antara bebatuan hasil pembekuan lahar panas. Air yang tergenang itu kemudian membentuk sebuah telaga.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/asal-usul-gunung-tangkuban-perahu.html' rel='bookmark' title='Asal Usul Gunung Tangkuban Perahu'>Asal Usul Gunung Tangkuban Perahu</a> <small>Di Jawa Barat tepatnya di Kabupaten Bandung terdapat sebuah tempat rekreasi yang sangat indah yaitu Gunung Tangkuban Perahu. Tangkuban Perahu artinya adalah perahu yang terbalik. Diberi nama seperti karena bentuknya memang menyerupai perahu yang terbalik. Konon menurut cerita rakyat Parahyangan gunung itu memang merupakan perahu yang terbalik. Berikut ini ceritanya.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/legenda-telaga-bidadari.html' rel='bookmark' title='Legenda Telaga Bidadari'>Legenda Telaga Bidadari</a> <small>Telaga itu tidak seberapa lebar dan dalam, kurang lebih tiga meter panjangnya dan dua meter lebarnya dengan kedalaman dua meter. Airnya Bening dan jernih, tidak pernah kering walau kemarau panjang sekalipun. Letaknya di atas sebuah pematang, di bawah keteduhan, kelebatan, dan kerindangan pepohonan, khususnya pohon limau. Jika pohon-pohon limau itu berbunga, berkerumunlah burung-burung dan serangga mengisap madu. Di permukaan tanah itu menjalar dengan suburnya sejenis tumbuhan, gadung namanya. Gadung mempunyai umbi yang besar dan dapat dibuat menjadi kerupuk yang gurih dan enak rasanya. Akan tetapi, jika kurang mahir mengolah bisa menjadi racun bagi orang yang memakannya karena memabukkan.......</small></li></ol>]]></description> <wfw:commentRss>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/asal-usul-telaga-warna.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>63</slash:comments> </item> <item><title>Asal Usul Danau Toba</title><link>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/asal-usul-danau-toba.html</link> <comments>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/asal-usul-danau-toba.html#comments</comments> <pubDate>Wed, 22 Apr 2009 17:59:50 +0000</pubDate> <dc:creator>Pendongeng</dc:creator> <category><![CDATA[Nusantara]]></category> <category><![CDATA[asal usul]]></category> <category><![CDATA[cerita anak]]></category> <category><![CDATA[danau telaga]]></category> <category><![CDATA[legenda]]></category> <category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://dongeng.org/?p=61</guid> <description><![CDATA[Pada zaman dahulu di suatu desa di Sumatera Utara hiduplah seorang petani bernama Toba yang menyendiri di sebuah lembah yang landai dan subur. Petani itu mengerjakan lahan pertaniannya untuk keperluan hidupnya.
Related posts:<ol><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/asal-usul-danau-maninjau.html' rel='bookmark' title='Asal Usul Danau Maninjau'>Asal Usul Danau Maninjau</a> <small>Danau Maninjau adalah sebuah danau vulkanik yang terletak di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Danau dengan luas sekitar 99,5 km2 dengan kedalaman mencapai 495 meter ini merupakan danau terluas kesebelas di Indonesia, dan terluas kedua di Sumatra Barat. Menurut cerita, Danau Maninjau pada awalnya merupakan gunung berapi yang di puncaknya terdapat sebuah kawah yang luas. Oleh karena ulah manusia, gunung berapi itu meletus dan membentuk sebuah danau yang luas. Apa gerangan yang menyebabkan gunung berapi itu meletus dan berubah menjadi danau? Kisahnya dapat Anda ikuti dalam cerita Asal Usul Danau Maninjau berikut ini!......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/asal-usul-telaga-warna.html' rel='bookmark' title='Asal Usul Telaga Warna'>Asal Usul Telaga Warna</a> <small>Zaman dahulu, ada sebuah kerajaan di Jawa Barat bernama Kutatanggeuhan. Kutatanggeuhan merupakan kerajaan yang makmur dan damai. Rakyatnya hidup tenang dan sejahtera karena dipimpin oleh raja yang bijaksana. Raja Kutatanggeuhan bernama Prabu Suwartalaya dan permaisurinya bernama Ratu Purbamanah. Raja dan ratu sangant bijaksana sehingga kerjaan yang dipimpin makmur dan tenteram.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/asal-usul-gunung-tangkuban-perahu.html' rel='bookmark' title='Asal Usul Gunung Tangkuban Perahu'>Asal Usul Gunung Tangkuban Perahu</a> <small>Di Jawa Barat tepatnya di Kabupaten Bandung terdapat sebuah tempat rekreasi yang sangat indah yaitu Gunung Tangkuban Perahu. Tangkuban Perahu artinya adalah perahu yang terbalik. Diberi nama seperti karena bentuknya memang menyerupai perahu yang terbalik. Konon menurut cerita rakyat Parahyangan gunung itu memang merupakan perahu yang terbalik. Berikut ini ceritanya.......</small></li></ol>]]></description> <wfw:commentRss>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/asal-usul-danau-toba.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>89</slash:comments> </item> </channel> </rss>
<!-- This Quick Cache file was built for (  dongeng.org/tag/danau-telaga/feed ) in 1.77639 seconds, on May 22nd, 2012 at 3:27 am UTC. -->
<!-- This Quick Cache file will automatically expire ( and be re-built automatically ) on May 22nd, 2012 at 4:27 am UTC -->
