<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> <rss
version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
xmlns:rawvoice="http://www.rawvoice.com/rawvoiceRssModule/"
> <channel><title>Dongeng Anak dan Cerita Rakyat &#187; hewan</title> <atom:link href="http://dongeng.org/tag/hewan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>http://dongeng.org</link> <description>Lestarikan dongeng dan cerita rakyat Indonesia &#38; Nusantara</description> <lastBuildDate>Wed, 25 Apr 2012 11:46:58 +0000</lastBuildDate> <language>en</language> <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod> <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency> <generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator> <xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" /><itunes:summary>Lestarikan dongeng dan cerita rakyat Indonesia &amp; Nusantara</itunes:summary> <itunes:author>Dongeng Anak dan Cerita Rakyat</itunes:author> <itunes:explicit>no</itunes:explicit> <itunes:image href="http://dongeng.org/wp-content/plugins/powerpress/itunes_default.jpg" /> <itunes:subtitle>Lestarikan dongeng dan cerita rakyat Indonesia &amp; Nusantara</itunes:subtitle> <image><title>Dongeng Anak dan Cerita Rakyat &#187; hewan</title> <url>http://dongeng.org/wp-content/plugins/powerpress/rss_default.jpg</url><link>http://dongeng.org</link> </image> <item><title>Si Keledai</title><link>http://dongeng.org/cerita-rakyat/si-keledai.html</link> <comments>http://dongeng.org/cerita-rakyat/si-keledai.html#comments</comments> <pubDate>Tue, 27 Mar 2012 09:03:49 +0000</pubDate> <dc:creator>Pendongeng</dc:creator> <category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category> <category><![CDATA[cerita anak]]></category> <category><![CDATA[hewan]]></category> <category><![CDATA[Motivasi]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://dongeng.org/?p=264</guid> <description><![CDATA[Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam, sementara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya.
Akhirnya, Ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun (ditutup - karena berbahaya); jadi tidak berguna untuk menolong si keledai. Ia mengajak tetangga-tetanggany a untuk datang membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.
Related posts:<ol><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/mencari-kebahagiaan.html' rel='bookmark' title='Mencari Kebahagiaan'>Mencari Kebahagiaan</a> <small>Ada seekor celeng yang pemurung. Ia mempunyai tetangga seekor kera yang mempunyai sifat sebaliknya. Kera itu periang, banyak memiliki sahabat, serta pintar memberi nasihat. Suatu hari, celeng bertamu ke rumah kera.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/asal-usul-danau-maninjau.html' rel='bookmark' title='Asal Usul Danau Maninjau'>Asal Usul Danau Maninjau</a> <small>Danau Maninjau adalah sebuah danau vulkanik yang terletak di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Danau dengan luas sekitar 99,5 km2 dengan kedalaman mencapai 495 meter ini merupakan danau terluas kesebelas di Indonesia, dan terluas kedua di Sumatra Barat. Menurut cerita, Danau Maninjau pada awalnya merupakan gunung berapi yang di puncaknya terdapat sebuah kawah yang luas. Oleh karena ulah manusia, gunung berapi itu meletus dan membentuk sebuah danau yang luas. Apa gerangan yang menyebabkan gunung berapi itu meletus dan berubah menjadi danau? Kisahnya dapat Anda ikuti dalam cerita Asal Usul Danau Maninjau berikut ini!......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/pulau-kakak-beradik.html' rel='bookmark' title='Pulau Kakak-Beradik'>Pulau Kakak-Beradik</a> <small>Ketika keadaan kembali normal, orang-orang dikejutkan oleh dua pulau yang tiba-tiba muncul di kejauhan. Mereka yakin, pulau itu adalah penjelmaan Mina dan Lina. Kedua pulau itu diberi nama Pulau Sekijang Bendera dan Sekijang Pelepah, tetapi kebanyakan orang menyebutnya Pulau Kakak-Beradik.......</small></li></ol>]]></description> <wfw:commentRss>http://dongeng.org/cerita-rakyat/si-keledai.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>22</slash:comments> </item> <item><title>Anak Kerang</title><link>http://dongeng.org/dongeng-motivasi/anak-kerang.html</link> <comments>http://dongeng.org/dongeng-motivasi/anak-kerang.html#comments</comments> <pubDate>Wed, 03 Aug 2011 02:32:28 +0000</pubDate> <dc:creator>Pendongeng</dc:creator> <category><![CDATA[Dongeng Motivasi]]></category> <category><![CDATA[cerita anak]]></category> <category><![CDATA[hewan]]></category> <category><![CDATA[positif]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://dongeng.org/?p=284</guid> <description><![CDATA[Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengeluh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek. "Anakku," kata sang ibu sambil bercucuran air mata, "Tuhan tidak memberikan pada kita, bangsa kerang, sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu."
Related posts:<ol><li><a
href='http://dongeng.org/dongeng-motivasi/ayam-dan-sapi.html' rel='bookmark' title='Ayam dan Sapi'>Ayam dan Sapi</a> <small>"Kenapa sih", kata seorang kaya pada pelayannya, "Orang-orang mengataiku pelit. Padahal semua orang kan tahu kalau aku wafat nanti, aku akan memberikan semua yang aku punya pada yayasan sosial dan panti asuhan?" "Akan saya ceritakan fabel tentang ayam dan sapi," jawab pelayannya.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/dongeng-motivasi/pohon-apel.html' rel='bookmark' title='Pohon Apel'>Pohon Apel</a> <small>Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/dongeng-motivasi/wortel-telur-dan-kopi.html' rel='bookmark' title='Wortel, Telur, Dan Kopi'>Wortel, Telur, Dan Kopi</a> <small>Seorang anak perempuan mengeluh pada sang ayah tentang kehidupannya yang sangat berat. Ia tak tahu lagi apa yang harus dilakukan dan bermaksud untuk menyerah. Ia merasa capai untuk terus berjuang dan berjuang. Bila satu persoalan telah teratasi, maka persoalan yang lain muncul. Lalu, ayahnya yang seorang koki membawanya ke dapur. Ia mengisi tiga panci dengan air kemudian menaruh ketiganya di atas api. Segera air dalam panci-panci itu mendidih. Pada panci pertama dimasukkannya beberapa wortel Ke dalam panci kedua dimasukkannya beberapa butir telur. Dan, pada panci terakhir dimasukkannya biji-biji kopi. Lalu dibiarkannya ketiga panci itu beberapa saat tanpa berkata sepatah kata. ......</small></li></ol>]]></description> <wfw:commentRss>http://dongeng.org/dongeng-motivasi/anak-kerang.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>16</slash:comments> </item> <item><title>Mencari Kebahagiaan</title><link>http://dongeng.org/cerita-rakyat/mencari-kebahagiaan.html</link> <comments>http://dongeng.org/cerita-rakyat/mencari-kebahagiaan.html#comments</comments> <pubDate>Fri, 29 Jul 2011 14:45:15 +0000</pubDate> <dc:creator>Pendongeng</dc:creator> <category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category> <category><![CDATA[bijaksana]]></category> <category><![CDATA[cerita anak]]></category> <category><![CDATA[fabel]]></category> <category><![CDATA[hewan]]></category> <category><![CDATA[kebahagiaan]]></category> <category><![CDATA[persahabatan]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://dongeng.org/?p=225</guid> <description><![CDATA[Ada seekor celeng yang pemurung. Ia mempunyai tetangga seekor kera yang mempunyai sifat sebaliknya. Kera itu periang, banyak memiliki sahabat, serta pintar memberi nasihat. Suatu hari, celeng bertamu ke rumah kera.
Related posts:<ol><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/si-keledai.html' rel='bookmark' title='Si Keledai'>Si Keledai</a> <small>Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam, sementara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya. Akhirnya, Ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun (ditutup - karena berbahaya); jadi tidak berguna untuk menolong si keledai. Ia mengajak tetangga-tetanggany a untuk datang membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/buluh-perindu.html' rel='bookmark' title='Buluh Perindu'>Buluh Perindu</a> <small>Adalah serumpun bambu yang subur di tengah sawah. Oleh penduduk sekitar bambu-bambu itu sering ditebang untuk bangunan rumah misalnya : tiang, kaso, reng, dinding atau gedek. ......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/asal-usul-danau-maninjau.html' rel='bookmark' title='Asal Usul Danau Maninjau'>Asal Usul Danau Maninjau</a> <small>Danau Maninjau adalah sebuah danau vulkanik yang terletak di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Danau dengan luas sekitar 99,5 km2 dengan kedalaman mencapai 495 meter ini merupakan danau terluas kesebelas di Indonesia, dan terluas kedua di Sumatra Barat. Menurut cerita, Danau Maninjau pada awalnya merupakan gunung berapi yang di puncaknya terdapat sebuah kawah yang luas. Oleh karena ulah manusia, gunung berapi itu meletus dan membentuk sebuah danau yang luas. Apa gerangan yang menyebabkan gunung berapi itu meletus dan berubah menjadi danau? Kisahnya dapat Anda ikuti dalam cerita Asal Usul Danau Maninjau berikut ini!......</small></li></ol>]]></description> <wfw:commentRss>http://dongeng.org/cerita-rakyat/mencari-kebahagiaan.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>6</slash:comments> </item> <item><title>Legenda Pesut Mahakam</title><link>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/legenda-pesut-mahakam.html</link> <comments>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/legenda-pesut-mahakam.html#comments</comments> <pubDate>Fri, 29 Jul 2011 02:32:33 +0000</pubDate> <dc:creator>Pendongeng</dc:creator> <category><![CDATA[Nusantara]]></category> <category><![CDATA[cerita anak]]></category> <category><![CDATA[fabel]]></category> <category><![CDATA[hewan]]></category> <category><![CDATA[Kalimantan Timur]]></category> <category><![CDATA[legenda]]></category> <category><![CDATA[saudara]]></category> <category><![CDATA[sungai]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://dongeng.org/?p=111</guid> <description><![CDATA[Di Kalimanatan terdapat sebuah sungai yang terkenal yaitu Sungai Mahakam. Di sungai tersebut terdapat ikan yang sangat khas bentuknya yaitu Pesut Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris) adalah lumba-lumba air tawar Indonesia. Tubuh tegap, sirip punggung kecil &#38; segitiga serta kepala bulat/tumpul dgn mata yg kecil. Tergolong lumba-lumba kecil, dgn panjang dewasa 2,0 – 2,75 m, bayi pesut 1,0 m. Pesut tdk terlalu aktif, terkadang melompat rendah). Sebenarnya pesut bukanlah ikan tetapi mamalia air sebagaimana Lumba-lumba dan Paus. Menurut penduduk sekitar sungai tersebut Pesut bukanlah sembarang ikan tetapi adalah jelmaan manusia.
Related posts:<ol><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/legenda-kamandaka-si-lutung-kasarung.html' rel='bookmark' title='Legenda Kamandaka Si Lutung Kasarung'>Legenda Kamandaka Si Lutung Kasarung</a> <small>Di Jawa Barat pada jaman dahulu kala ada sebuah Kerajaan Hindu yang besar dan cukup kuat, yaitu berpusat di kota Bogor. Kerajaan itu adalah Kerajaan "Pajajaran", pada saat itu raja yang memerintah yaitu Prabu Siliwangi. Beliau sudah lanjut usia dan bermaksud mengangkat Putra Mahkotanya sebagai penggantinya.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/legenda-ular-ndaung.html' rel='bookmark' title='Legenda Ular n&#8217;Daung'>Legenda Ular n&#8217;Daung</a> <small>Dahulu kala, di kaki sebuah gunung di daerah Bengkulu hiduplah seorang wanita tua dengan tiga orang anaknya. Mereka sangat miskin dan hidup hanya dari penjualan hasil kebunnya yang sangat sempit. Pada suatu hari perempuan tua itu sakit keras.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/legenda-telaga-bidadari.html' rel='bookmark' title='Legenda Telaga Bidadari'>Legenda Telaga Bidadari</a> <small>Telaga itu tidak seberapa lebar dan dalam, kurang lebih tiga meter panjangnya dan dua meter lebarnya dengan kedalaman dua meter. Airnya Bening dan jernih, tidak pernah kering walau kemarau panjang sekalipun. Letaknya di atas sebuah pematang, di bawah keteduhan, kelebatan, dan kerindangan pepohonan, khususnya pohon limau. Jika pohon-pohon limau itu berbunga, berkerumunlah burung-burung dan serangga mengisap madu. Di permukaan tanah itu menjalar dengan suburnya sejenis tumbuhan, gadung namanya. Gadung mempunyai umbi yang besar dan dapat dibuat menjadi kerupuk yang gurih dan enak rasanya. Akan tetapi, jika kurang mahir mengolah bisa menjadi racun bagi orang yang memakannya karena memabukkan.......</small></li></ol>]]></description> <wfw:commentRss>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/legenda-pesut-mahakam.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>21</slash:comments> </item> <item><title>Manusia Satu Kata</title><link>http://dongeng.org/dongeng/manusia-satu-kata.html</link> <comments>http://dongeng.org/dongeng/manusia-satu-kata.html#comments</comments> <pubDate>Wed, 04 Aug 2010 11:15:33 +0000</pubDate> <dc:creator>Pendongeng</dc:creator> <category><![CDATA[Cerpen]]></category> <category><![CDATA[Dongeng]]></category> <category><![CDATA[cerpen]]></category> <category><![CDATA[dongeng]]></category> <category><![CDATA[hewan]]></category> <category><![CDATA[kerajaan]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://dongeng.org/?p=476</guid> <description><![CDATA[Hari yang cerah. Raja Mahendra pergi ke hutan untuk menguji kemampuannya berburu. Ia melarang para pengawal mengikutinya masuk ke hutan. Di tengah hutan, tampak seekor kijang asyik makan rumput. Raja Mahendra langsung membidik anak panahnya.
Related posts:<ol><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/naga-sabang-dan-dua-raksasa-seulawah.html' rel='bookmark' title='Naga Sabang dan Dua Raksasa Seulawah'>Naga Sabang dan Dua Raksasa Seulawah</a> <small>Pada suatu masa saat pulau Andalas masih terpisah menjadi dua pulau yaitu pulau bagian timur dan pulau bagian barat, kedua pulau ini di pisahkan oleh selat barisan yang sangat sempit, diselat itu tinggalah seekor naga bernama Sabang, pada masa itu di kedua belah pulau tersebut berdiri dua buah kerajaan bernama Kerajaan Daru dan Kerajaan Alam. Kerajaan Daru di pimpin oleh Sultan Daru berada di pulau bagian timur dan kerajaan Alam di pimpin oleh Sultan Alam berada dipulau bagian barat. Sultan Alam sangat Adil dan bijaksana kepada rakyatnya dan sangat pintar berniaga sehingga kerajaan Alam menjadi kerajaan yang makmur dan maju. Sedangkan Sultan Daru sangat kejam kepada rakyatnya dan suka merompak kapal-kapal saudagar yang melintasi perairannya.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/dongeng/pohon-yang-egois.html' rel='bookmark' title='Pohon Yang Egois'>Pohon Yang Egois</a> <small>Di antara pohon-pohon itu, adalah sebatang pohon yang egois. Ia ingin hidup sendiri supaya segalanya dapat ia miliki sendiri.Maka dicarilah akal agar pohon-pohon yang lain pergi dari situ. Dengan akal jahatnya, pohon-pohon itu tidak kerasan dan pergi satu persatu. Kini jadilah pohon yang jahat itu tinggal sendirian.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/dongeng/bunga-mawar-yang-baik.html' rel='bookmark' title='Bunga Mawar Yang Baik'>Bunga Mawar Yang Baik</a> <small>Di sebuah kebun tumbuhlah dua pohon mawar merah dan putih. Mawar merah selalu marah-marah karena hal-hal yang sepele sedangkan mawar putih selalu baik hati. Jika mawar merah marah, mawar putih hanya diam mengalah. Meskipun dimarahi, mawar putih selalu membalas kebaikan pada mawar merah.......</small></li></ol>]]></description> <wfw:commentRss>http://dongeng.org/dongeng/manusia-satu-kata.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>53</slash:comments> </item> <item><title>Legenda Gunung Batu Hapu</title><link>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/legenda-gunung-batu-hapu.html</link> <comments>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/legenda-gunung-batu-hapu.html#comments</comments> <pubDate>Tue, 25 May 2010 17:00:21 +0000</pubDate> <dc:creator>Pendongeng</dc:creator> <category><![CDATA[Nusantara]]></category> <category><![CDATA[anak nakal]]></category> <category><![CDATA[cerita anak]]></category> <category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category> <category><![CDATA[dongeng anak]]></category> <category><![CDATA[durhaka]]></category> <category><![CDATA[hewan]]></category> <category><![CDATA[Kalimantan Selatan]]></category> <category><![CDATA[kutukan]]></category> <category><![CDATA[legenda]]></category> <category><![CDATA[mitos]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://dongeng.org/?p=450</guid> <description><![CDATA[Tidak berapa jauh dari kota Rantau, ibu kota Kabupaten Tapin Propinsi Kalimantan Selatan terdapat dua desa bernama Tambarangan dan Lawahan. Menurut cerita orang tua-tua, dahulu kala di perbatasan kedua desa itu hiduplah seorang janda miskin bersama putranya. Nama janda itu Nini Kudampai, sedangkan nama putranya Angui.
Related posts:<ol><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/ular-dandaung.html' rel='bookmark' title='Ular Dandaung'>Ular Dandaung</a> <small>Konon, dahulu kala ada sebuah kerajaan. Tidak disebutkan oleh pencerita apa nama kerajaan itu. Menurut cerita, kerajaan itu cukup besar. Negerinya kaya raya sehingga penghasilan rakyat melimpah ruah. Rajanya adil dan bijaksana. Kekayaan kerajaan bukan hanya dinikmati raja dan keluarganya, tetapi rakyat pun turut menikmati. Pantaslah jika kerajaan itu selalu dalam suasana tenteram dan damai. Dengan kerajaan-kerajaan lain pun, tidak pernah terjadi silang sengketa sehingga mereka dapat hidup berdampingan secara damai.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/legenda-telaga-bidadari.html' rel='bookmark' title='Legenda Telaga Bidadari'>Legenda Telaga Bidadari</a> <small>Telaga itu tidak seberapa lebar dan dalam, kurang lebih tiga meter panjangnya dan dua meter lebarnya dengan kedalaman dua meter. Airnya Bening dan jernih, tidak pernah kering walau kemarau panjang sekalipun. Letaknya di atas sebuah pematang, di bawah keteduhan, kelebatan, dan kerindangan pepohonan, khususnya pohon limau. Jika pohon-pohon limau itu berbunga, berkerumunlah burung-burung dan serangga mengisap madu. Di permukaan tanah itu menjalar dengan suburnya sejenis tumbuhan, gadung namanya. Gadung mempunyai umbi yang besar dan dapat dibuat menjadi kerupuk yang gurih dan enak rasanya. Akan tetapi, jika kurang mahir mengolah bisa menjadi racun bagi orang yang memakannya karena memabukkan.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/asal-usul-gunung-tangkuban-perahu.html' rel='bookmark' title='Asal Usul Gunung Tangkuban Perahu'>Asal Usul Gunung Tangkuban Perahu</a> <small>Di Jawa Barat tepatnya di Kabupaten Bandung terdapat sebuah tempat rekreasi yang sangat indah yaitu Gunung Tangkuban Perahu. Tangkuban Perahu artinya adalah perahu yang terbalik. Diberi nama seperti karena bentuknya memang menyerupai perahu yang terbalik. Konon menurut cerita rakyat Parahyangan gunung itu memang merupakan perahu yang terbalik. Berikut ini ceritanya.......</small></li></ol>]]></description> <wfw:commentRss>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/legenda-gunung-batu-hapu.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>23</slash:comments> </item> <item><title>Dongeng Seekor Nyamuk</title><link>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/dongeng-seekor-nyamuk.html</link> <comments>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/dongeng-seekor-nyamuk.html#comments</comments> <pubDate>Tue, 04 May 2010 17:00:48 +0000</pubDate> <dc:creator>Pendongeng</dc:creator> <category><![CDATA[Nusantara]]></category> <category><![CDATA[cerita anak]]></category> <category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category> <category><![CDATA[dongeng anak]]></category> <category><![CDATA[hewan]]></category> <category><![CDATA[Kalimantan Selatan]]></category> <category><![CDATA[kerajaan]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://dongeng.org/?p=440</guid> <description><![CDATA[Di suatu negeri antah-berantah bertahtalah seorang raja yang arif bijaksana. Raja itu hidup bersama permaisuri dan putra-putrinya. Rakyat sangat mencintainya. Istananya terbuka setiap waktu untuk dikunjungi siapa saja. Ua mau mendengar pendapat dan pengaduan rakyatnya. Anak-anak pun boleh bermain-main di halaman sekitar istana.
Related posts:<ol><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/ular-dandaung.html' rel='bookmark' title='Ular Dandaung'>Ular Dandaung</a> <small>Konon, dahulu kala ada sebuah kerajaan. Tidak disebutkan oleh pencerita apa nama kerajaan itu. Menurut cerita, kerajaan itu cukup besar. Negerinya kaya raya sehingga penghasilan rakyat melimpah ruah. Rajanya adil dan bijaksana. Kekayaan kerajaan bukan hanya dinikmati raja dan keluarganya, tetapi rakyat pun turut menikmati. Pantaslah jika kerajaan itu selalu dalam suasana tenteram dan damai. Dengan kerajaan-kerajaan lain pun, tidak pernah terjadi silang sengketa sehingga mereka dapat hidup berdampingan secara damai.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/cindelaras-dan-ayam-sakti.html' rel='bookmark' title='Cindelaras dan Ayam Sakti'>Cindelaras dan Ayam Sakti</a> <small>Kerajaan Jenggala dipimpin oleh seorang raja yang bernama Raden Putra. Ia didampingi oleh seorang permaisuri yang baik hati dan seorang selir yang memiliki sifat iri dan dengki. Raja Putra dan kedua istrinya tadi hidup di dalam istana yang sangat megah dan damai. Hingga suatu hari selir raja merencanakan sesuatu yang buruk pada permaisuri raja. Hal tersebut dilakukan karena selir Raden Putra ingin menjadi permaisuri.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/legenda-gunung-batu-hapu.html' rel='bookmark' title='Legenda Gunung Batu Hapu'>Legenda Gunung Batu Hapu</a> <small>Tidak berapa jauh dari kota Rantau, ibu kota Kabupaten Tapin Propinsi Kalimantan Selatan terdapat dua desa bernama Tambarangan dan Lawahan. Menurut cerita orang tua-tua, dahulu kala di perbatasan kedua desa itu hiduplah seorang janda miskin bersama putranya. Nama janda itu Nini Kudampai, sedangkan nama putranya Angui.......</small></li></ol>]]></description> <wfw:commentRss>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/dongeng-seekor-nyamuk.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>21</slash:comments> </item> <item><title>Anak Pipit Dan Kera</title><link>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/anak-pipit-dan-kera.html</link> <comments>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/anak-pipit-dan-kera.html#comments</comments> <pubDate>Wed, 28 Apr 2010 04:57:54 +0000</pubDate> <dc:creator>Pendongeng</dc:creator> <category><![CDATA[Nusantara]]></category> <category><![CDATA[cerdik]]></category> <category><![CDATA[cerita anak]]></category> <category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category> <category><![CDATA[dongeng anak]]></category> <category><![CDATA[fabel]]></category> <category><![CDATA[hewan]]></category> <category><![CDATA[hutan]]></category> <category><![CDATA[jahat]]></category> <category><![CDATA[Kalimantan Selatan]]></category> <category><![CDATA[positif]]></category> <category><![CDATA[sombong]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://dongeng.org/?p=437</guid> <description><![CDATA[Tersebutlah seekor kera yang tinggal sendiri di atas pohon di dekat sebuah tepian. Kera itu ditinggalkan kawan-kawannya karena ia sombong dan mementingkan diri sendiri. Dia menganggap pohon tempat tinggalnya itu miliknya sehingga kera-kera lain tidak diizinkan tinggal di sana. Tepian mandi itu pun dianggap miliknya.
Related posts:<ol><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/kera-dan-ayam.html' rel='bookmark' title='Kera dan Ayam'>Kera dan Ayam</a> <small>Pada jaman dahulu, tersebutlah seekor ayam yang bersahabat dengan seekor kera. Namun persahabatan itu tidak berlangsung lama, karena kelakuan si kera. Pada suatu petang Si Kera mengajak si ayam untuk berjalan-jalan. Ketika hari sudah petang si Kera mulai merasa lapar. Kemudian ia menangkap si Ayam dan mulai mencabuti bulunya. Si Ayam meronta-ronta dengan sekuat tenaga. Akhirnya, ia dapat meloloskan diri.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/ular-dandaung.html' rel='bookmark' title='Ular Dandaung'>Ular Dandaung</a> <small>Konon, dahulu kala ada sebuah kerajaan. Tidak disebutkan oleh pencerita apa nama kerajaan itu. Menurut cerita, kerajaan itu cukup besar. Negerinya kaya raya sehingga penghasilan rakyat melimpah ruah. Rajanya adil dan bijaksana. Kekayaan kerajaan bukan hanya dinikmati raja dan keluarganya, tetapi rakyat pun turut menikmati. Pantaslah jika kerajaan itu selalu dalam suasana tenteram dan damai. Dengan kerajaan-kerajaan lain pun, tidak pernah terjadi silang sengketa sehingga mereka dapat hidup berdampingan secara damai.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/si-buta-dan-si-bungkung.html' rel='bookmark' title='Si Buta Dan Si Bungkung'>Si Buta Dan Si Bungkung</a> <small>Di suatu kampung tinggallah dua orang pemuda sebaya. Mereka bersahabat akrab sekali. Kemana pun mereka pergi selalu bersama. Boleh dikata tidak pernah terjadi pertengkaran di antara mereka. Jika yang seorang sedang marah, yang seorang lagi berdiam diri atau membujuk sehingga kemarahannya reda. Begitu juga jika ada kesulitan, selalu mereka atasi bersama. ......</small></li></ol>]]></description> <wfw:commentRss>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/anak-pipit-dan-kera.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>19</slash:comments> </item> <item><title>Ular Dandaung</title><link>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/ular-dandaung.html</link> <comments>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/ular-dandaung.html#comments</comments> <pubDate>Thu, 18 Mar 2010 17:00:05 +0000</pubDate> <dc:creator>Pendongeng</dc:creator> <category><![CDATA[Nusantara]]></category> <category><![CDATA[bakti anak]]></category> <category><![CDATA[cerita anak]]></category> <category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category> <category><![CDATA[dongeng anak]]></category> <category><![CDATA[fabel]]></category> <category><![CDATA[hewan]]></category> <category><![CDATA[Kalimantan Selatan]]></category> <category><![CDATA[kerajaan]]></category> <category><![CDATA[kutukan]]></category> <category><![CDATA[legenda]]></category> <category><![CDATA[mitos]]></category> <category><![CDATA[pangeran]]></category> <category><![CDATA[positif]]></category> <category><![CDATA[tulus]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://dongeng.org/?p=446</guid> <description><![CDATA[Konon, dahulu kala ada sebuah kerajaan. Tidak disebutkan oleh pencerita apa nama kerajaan itu. Menurut cerita, kerajaan itu cukup besar. Negerinya kaya raya sehingga penghasilan rakyat melimpah ruah. Rajanya adil dan bijaksana. Kekayaan kerajaan bukan hanya dinikmati raja dan keluarganya, tetapi rakyat pun turut menikmati. Pantaslah jika kerajaan itu selalu dalam suasana tenteram dan damai. Dengan kerajaan-kerajaan lain pun, tidak pernah terjadi silang sengketa sehingga mereka dapat hidup berdampingan secara damai.
Related posts:<ol><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/legenda-ular-ndaung.html' rel='bookmark' title='Legenda Ular n&#8217;Daung'>Legenda Ular n&#8217;Daung</a> <small>Dahulu kala, di kaki sebuah gunung di daerah Bengkulu hiduplah seorang wanita tua dengan tiga orang anaknya. Mereka sangat miskin dan hidup hanya dari penjualan hasil kebunnya yang sangat sempit. Pada suatu hari perempuan tua itu sakit keras.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/dongeng-seekor-nyamuk.html' rel='bookmark' title='Dongeng Seekor Nyamuk'>Dongeng Seekor Nyamuk</a> <small>Di suatu negeri antah-berantah bertahtalah seorang raja yang arif bijaksana. Raja itu hidup bersama permaisuri dan putra-putrinya. Rakyat sangat mencintainya. Istananya terbuka setiap waktu untuk dikunjungi siapa saja. Ua mau mendengar pendapat dan pengaduan rakyatnya. Anak-anak pun boleh bermain-main di halaman sekitar istana.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/legenda-gunung-batu-hapu.html' rel='bookmark' title='Legenda Gunung Batu Hapu'>Legenda Gunung Batu Hapu</a> <small>Tidak berapa jauh dari kota Rantau, ibu kota Kabupaten Tapin Propinsi Kalimantan Selatan terdapat dua desa bernama Tambarangan dan Lawahan. Menurut cerita orang tua-tua, dahulu kala di perbatasan kedua desa itu hiduplah seorang janda miskin bersama putranya. Nama janda itu Nini Kudampai, sedangkan nama putranya Angui.......</small></li></ol>]]></description> <wfw:commentRss>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/ular-dandaung.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>6</slash:comments> </item> <item><title>Raja yang Meredam Kekacauan Dunia</title><link>http://dongeng.org/cerita-rakyat/tiongkok/raja-yang-meredam-kekacauan-dunia.html</link> <comments>http://dongeng.org/cerita-rakyat/tiongkok/raja-yang-meredam-kekacauan-dunia.html#comments</comments> <pubDate>Wed, 10 Feb 2010 17:00:14 +0000</pubDate> <dc:creator>Pendongeng</dc:creator> <category><![CDATA[Tiongkok]]></category> <category><![CDATA[cerita anak]]></category> <category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category> <category><![CDATA[dewa]]></category> <category><![CDATA[dongeng anak]]></category> <category><![CDATA[fabel]]></category> <category><![CDATA[hewan]]></category> <category><![CDATA[hutan]]></category> <category><![CDATA[legenda]]></category> <category><![CDATA[mitos]]></category> <category><![CDATA[Pahlawan]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://dongeng.org/?p=368</guid> <description><![CDATA[Kita sering terheran dengan simbol-simbol mitologi China karena di mana pun di dunia, raja dari segala binatang adalah singa, bukan macan. Konon, menurut legenda China pada zaman dahulu kala, singa termasuk salah satu shio dari 12 binatang dalam kepercayaan masyarakat China. Tidak ada macan.
Karena singa itu terlalu kejam, Dewa Utama mau menyingkirkan singa dari struktur shio. Tetapi Dewa Utama tidak bisa begitu saja melakukannya karena singa adalah raja dari segala raja binatang. Kalau singa mau disingkirkan, perlu binatang baru untuk mengontrol binatang-binatang yang ada. Dia teringat sama macan.
Related posts:<ol><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/tiongkok/asal-mula-cheng-beng.html' rel='bookmark' title='Asal Mula Cheng Beng (Sembahyang Kubur)'>Asal Mula Cheng Beng (Sembahyang Kubur)</a> <small>Bakti kepada orang tua adalah dasar dari segala perbuatan. Yang paling utama adalah bakti saat orang tua masih hidup yaitu dengan berusaha membalas jerih payah mereka membersearkan kita. Saat orang tua telah meninggal dunia, kita mengenang dan mengingat kembali budi-budi mereka dan sekuat tenaga membalasanya.......</small></li></ol>]]></description> <wfw:commentRss>http://dongeng.org/cerita-rakyat/tiongkok/raja-yang-meredam-kekacauan-dunia.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>11</slash:comments> </item> </channel> </rss>
<!-- This Quick Cache file was built for (  dongeng.org/tag/hewan/feed ) in 2.54941 seconds, on May 22nd, 2012 at 3:39 am UTC. -->
<!-- This Quick Cache file will automatically expire ( and be re-built automatically ) on May 22nd, 2012 at 4:39 am UTC -->
