Di suatu negeri antah-berantah bertahtalah seorang raja yang arif bijaksana. Raja itu hidup bersama permaisuri dan putra-putrinya. Rakyat sangat mencintainya. Istananya terbuka setiap waktu untuk dikunjungi siapa saja. Ua mau mendengar pendapat dan pengaduan rakyatnya. Anak-anak pun boleh bermain-main di halaman sekitar istana.
» hewan
- Anak Pipit Dan KeraBy Pendongeng on April 28th, 2010 | 15 Comments
Tersebutlah seekor kera yang tinggal sendiri di atas pohon di dekat sebuah tepian. Kera itu ditinggalkan kawan-kawannya karena ia sombong dan mementingkan diri sendiri. Dia menganggap pohon tempat tinggalnya itu miliknya sehingga kera-kera lain tidak diizinkan tinggal di sana. Tepian mandi itu pun dianggap miliknya.
- Ular DandaungBy Pendongeng on March 19th, 2010 | 6 Comments
Konon, dahulu kala ada sebuah kerajaan. Tidak disebutkan oleh pencerita apa nama kerajaan itu. Menurut cerita, kerajaan itu cukup besar. Negerinya kaya raya sehingga penghasilan rakyat melimpah ruah. Rajanya adil dan bijaksana. Kekayaan kerajaan bukan hanya dinikmati raja dan keluarganya, tetapi rakyat pun turut menikmati. Pantaslah jika kerajaan itu selalu dalam suasana tenteram dan damai. Dengan kerajaan-kerajaan lain pun, tidak pernah terjadi silang sengketa sehingga mereka dapat hidup berdampingan secara damai.
- Raja yang Meredam Kekacauan DuniaBy Pendongeng on February 11th, 2010 | 11 Comments
Kita sering terheran dengan simbol-simbol mitologi China karena di mana pun di dunia, raja dari segala binatang adalah singa, bukan macan. Konon, menurut legenda China pada zaman dahulu kala, singa termasuk salah satu shio dari 12 binatang dalam kepercayaan masyarakat China. Tidak ada macan.
Karena singa itu terlalu kejam, Dewa Utama mau menyingkirkan singa dari struktur shio. Tetapi Dewa Utama tidak bisa begitu saja melakukannya karena singa adalah raja dari segala raja binatang. Kalau singa mau disingkirkan, perlu binatang baru untuk mengontrol binatang-binatang yang ada. Dia teringat sama macan.
- Rumah Baru Untuk RiriBy Pendongeng on November 23rd, 2009 | 15 Comments
“Ibu,aku ingin rumah baru”, saat itu ibunya sedang tidur siang. Ibu menatap Riri dengan heran
“Ada apa Riri Sayang?”, tanya ibu.
“Aku ingin rumah baru bu, rumahku sudah berlubang,lihatlah bu”.
“Rumah mu masih bagus koq”, kata ibu.
“Tapi aku tidak mau bu punya rumah yang sudah berlubang begini”, lanjut Riri.Dengan tersenyum dan mengerti maksud Riri, ibu menjawab, “Ayo kita cari di tepi pantai”. Di tepi pantai banyak sekali rumah-rumah bekas yang di tinggal kan oleh yang terdahulu, ada yang masih bagus dan ada juga yang telah hancur.


Si Parkit Raja Parakeet
Batu Golog
Asal Usul Telaga Biru
Hikayat Bunga Kemuning
Kutukan Raja Pulau Mintin
Pak Serkah
Asal Usul Danau Toba
Istana Bunga
Nyai Anteh Sang Penunggu Bulan