Posts tagged "menuduh"
Asal Usul Danau Maninjau
Danau Maninjau adalah sebuah danau vulkanik yang terletak di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Danau dengan luas sekitar 99,5 km2 dengan kedalaman mencapai 495 meter ini merupakan danau terluas kesebelas di Indonesia, dan terluas kedua di Sumatra Barat. Menurut cerita, Danau Maninjau pada awalnya merupakan gunung berapi yang di puncaknya terdapat sebuah kawah yang luas. Oleh karena ulah manusia, gunung berapi itu meletus dan membentuk sebuah danau yang luas. Apa gerangan yang menyebabkan gunung berapi itu meletus dan berubah menjadi danau? Kisahnya dapat Anda ikuti dalam cerita Asal Usul Danau Maninjau berikut ini!
20 comments - What do you think?
Posted by Pendongeng -
January 26, 2010 at 10:57 am
Categories: Cerita Rakyat, Nusantara Tags: asal usul, cerita anak, Cerita Rakyat, Cinta, danau telaga, gunung, iri hati, jahat, menuduh, Sumatra Barat
Sigarlaki dan Limbat
Pada jaman dahulu di Tondano hiduplah seorang pemburu perkasa yang bernama Sigarlaki. Ia sangat terkenal dengan keahliannya menombak. Tidak satupun sasaran yang luput dari tombakannya. Sigarlaki mempunyai seorang pelayan yang sangat setia yang bernama Limbat. Hampir semua pekerjaan yang diperintahkan oleh Sigarlaki dikerjakan dengan baik oleh Limbat.
2 comments - What do you think?
Posted by Pendongeng -
May 1, 2009 at 7:28 pm
Categories: Nusantara Tags: menuduh, persahabatan, Sulawesi Utara
Asal Usul Banyuwangi
Pada zaman dahulu di kawasan ujung timur Propinsi Jawa Timur terdapat sebuah kerajaan besar yang diperintah oleh seorang Raja yang adil dan bijaksana. Raja tersebut mempunyai seorang putra yang gagah bernama Raden Banterang. Kegemaran Raden Banterang adalah berburu.
14 comments - What do you think?
Posted by Pendongeng -
April 21, 2009 at 10:00 pm
Categories: Asal Nama Kota, Nusantara Tags: asal nama, asal usul, cerita anak, Jawa Timur, kerajaan, menuduh


Naga Sabang dan Dua Raksasa Seulawah
Asal Usul Selat Bali
Tama Sahabatku
Aryo Menak dan Tujuh Bidadari
Suri Ikun dan Dua Burung