<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> <rss
version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
xmlns:rawvoice="http://www.rawvoice.com/rawvoiceRssModule/"
> <channel><title>Dongeng Anak dan Cerita Rakyat &#187; Motivasi</title> <atom:link href="http://dongeng.org/tag/motivasi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>http://dongeng.org</link> <description>Lestarikan dongeng dan cerita rakyat Indonesia &#38; Nusantara</description> <lastBuildDate>Wed, 25 Apr 2012 11:46:58 +0000</lastBuildDate> <language>en</language> <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod> <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency> <generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator> <xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" /><itunes:summary>Lestarikan dongeng dan cerita rakyat Indonesia &amp; Nusantara</itunes:summary> <itunes:author>Dongeng Anak dan Cerita Rakyat</itunes:author> <itunes:explicit>no</itunes:explicit> <itunes:image href="http://dongeng.org/wp-content/plugins/powerpress/itunes_default.jpg" /> <itunes:subtitle>Lestarikan dongeng dan cerita rakyat Indonesia &amp; Nusantara</itunes:subtitle> <image><title>Dongeng Anak dan Cerita Rakyat &#187; Motivasi</title> <url>http://dongeng.org/wp-content/plugins/powerpress/rss_default.jpg</url><link>http://dongeng.org</link> </image> <item><title>Si Keledai</title><link>http://dongeng.org/cerita-rakyat/si-keledai.html</link> <comments>http://dongeng.org/cerita-rakyat/si-keledai.html#comments</comments> <pubDate>Tue, 27 Mar 2012 09:03:49 +0000</pubDate> <dc:creator>Pendongeng</dc:creator> <category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category> <category><![CDATA[cerita anak]]></category> <category><![CDATA[hewan]]></category> <category><![CDATA[Motivasi]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://dongeng.org/?p=264</guid> <description><![CDATA[Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam, sementara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya.
Akhirnya, Ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun (ditutup - karena berbahaya); jadi tidak berguna untuk menolong si keledai. Ia mengajak tetangga-tetanggany a untuk datang membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.
Related posts:<ol><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/mencari-kebahagiaan.html' rel='bookmark' title='Mencari Kebahagiaan'>Mencari Kebahagiaan</a> <small>Ada seekor celeng yang pemurung. Ia mempunyai tetangga seekor kera yang mempunyai sifat sebaliknya. Kera itu periang, banyak memiliki sahabat, serta pintar memberi nasihat. Suatu hari, celeng bertamu ke rumah kera.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/asal-usul-danau-maninjau.html' rel='bookmark' title='Asal Usul Danau Maninjau'>Asal Usul Danau Maninjau</a> <small>Danau Maninjau adalah sebuah danau vulkanik yang terletak di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Danau dengan luas sekitar 99,5 km2 dengan kedalaman mencapai 495 meter ini merupakan danau terluas kesebelas di Indonesia, dan terluas kedua di Sumatra Barat. Menurut cerita, Danau Maninjau pada awalnya merupakan gunung berapi yang di puncaknya terdapat sebuah kawah yang luas. Oleh karena ulah manusia, gunung berapi itu meletus dan membentuk sebuah danau yang luas. Apa gerangan yang menyebabkan gunung berapi itu meletus dan berubah menjadi danau? Kisahnya dapat Anda ikuti dalam cerita Asal Usul Danau Maninjau berikut ini!......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/pulau-kakak-beradik.html' rel='bookmark' title='Pulau Kakak-Beradik'>Pulau Kakak-Beradik</a> <small>Ketika keadaan kembali normal, orang-orang dikejutkan oleh dua pulau yang tiba-tiba muncul di kejauhan. Mereka yakin, pulau itu adalah penjelmaan Mina dan Lina. Kedua pulau itu diberi nama Pulau Sekijang Bendera dan Sekijang Pelepah, tetapi kebanyakan orang menyebutnya Pulau Kakak-Beradik.......</small></li></ol>]]></description> <wfw:commentRss>http://dongeng.org/cerita-rakyat/si-keledai.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>22</slash:comments> </item> <item><title>Anak Durhaka Dari Singapura (Kisah Nyata)</title><link>http://dongeng.org/artikel/anak-durhaka-dari-singapura-kisah-nyata.html</link> <comments>http://dongeng.org/artikel/anak-durhaka-dari-singapura-kisah-nyata.html#comments</comments> <pubDate>Fri, 03 Feb 2012 21:03:51 +0000</pubDate> <dc:creator>Pendongeng</dc:creator> <category><![CDATA[Artikel]]></category> <category><![CDATA[bakti anak]]></category> <category><![CDATA[durhaka]]></category> <category><![CDATA[Motivasi]]></category> <category><![CDATA[singapore]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://dongeng.org/?p=582</guid> <description><![CDATA[Sebuah Kisah Nyata dari Negeri tetangga Singapura beberapa dekade lalu yang cukup menghebohkan hingga Perdana Menteri saat itu, Lee Kwan Yew senior turun tangan dan mengeluarkan dekrit tentang orang lansia di Singapura.
No related posts.]]></description> <wfw:commentRss>http://dongeng.org/artikel/anak-durhaka-dari-singapura-kisah-nyata.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>12</slash:comments> </item> <item><title>Pohon Apel</title><link>http://dongeng.org/dongeng-motivasi/pohon-apel.html</link> <comments>http://dongeng.org/dongeng-motivasi/pohon-apel.html#comments</comments> <pubDate>Sun, 25 Oct 2009 04:12:31 +0000</pubDate> <dc:creator>Pendongeng</dc:creator> <category><![CDATA[Dongeng Motivasi]]></category> <category><![CDATA[bakti anak]]></category> <category><![CDATA[cerita anak]]></category> <category><![CDATA[kasih]]></category> <category><![CDATA[Motivasi]]></category> <category><![CDATA[positif]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://dongeng.org/?p=308</guid> <description><![CDATA[Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.
Related posts:<ol><li><a
href='http://dongeng.org/dongeng-motivasi/ayam-dan-sapi.html' rel='bookmark' title='Ayam dan Sapi'>Ayam dan Sapi</a> <small>"Kenapa sih", kata seorang kaya pada pelayannya, "Orang-orang mengataiku pelit. Padahal semua orang kan tahu kalau aku wafat nanti, aku akan memberikan semua yang aku punya pada yayasan sosial dan panti asuhan?" "Akan saya ceritakan fabel tentang ayam dan sapi," jawab pelayannya.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/dongeng-motivasi/wortel-telur-dan-kopi.html' rel='bookmark' title='Wortel, Telur, Dan Kopi'>Wortel, Telur, Dan Kopi</a> <small>Seorang anak perempuan mengeluh pada sang ayah tentang kehidupannya yang sangat berat. Ia tak tahu lagi apa yang harus dilakukan dan bermaksud untuk menyerah. Ia merasa capai untuk terus berjuang dan berjuang. Bila satu persoalan telah teratasi, maka persoalan yang lain muncul. Lalu, ayahnya yang seorang koki membawanya ke dapur. Ia mengisi tiga panci dengan air kemudian menaruh ketiganya di atas api. Segera air dalam panci-panci itu mendidih. Pada panci pertama dimasukkannya beberapa wortel Ke dalam panci kedua dimasukkannya beberapa butir telur. Dan, pada panci terakhir dimasukkannya biji-biji kopi. Lalu dibiarkannya ketiga panci itu beberapa saat tanpa berkata sepatah kata. ......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/dongeng-motivasi/anak-kerang.html' rel='bookmark' title='Anak Kerang'>Anak Kerang</a> <small>Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengeluh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek. "Anakku," kata sang ibu sambil bercucuran air mata, "Tuhan tidak memberikan pada kita, bangsa kerang, sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu." ......</small></li></ol>]]></description> <wfw:commentRss>http://dongeng.org/dongeng-motivasi/pohon-apel.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>34</slash:comments> </item> <item><title>Ayam dan Sapi</title><link>http://dongeng.org/dongeng-motivasi/ayam-dan-sapi.html</link> <comments>http://dongeng.org/dongeng-motivasi/ayam-dan-sapi.html#comments</comments> <pubDate>Mon, 19 Oct 2009 14:39:46 +0000</pubDate> <dc:creator>Pendongeng</dc:creator> <category><![CDATA[Dongeng Motivasi]]></category> <category><![CDATA[cerita anak]]></category> <category><![CDATA[fabel]]></category> <category><![CDATA[hewan]]></category> <category><![CDATA[Motivasi]]></category> <category><![CDATA[positif]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://dongeng.org/?p=283</guid> <description><![CDATA["Kenapa sih", kata seorang kaya pada pelayannya, "Orang-orang mengataiku pelit. Padahal semua orang kan tahu kalau aku wafat nanti, aku akan memberikan semua yang aku punya pada yayasan sosial dan panti asuhan?" "Akan saya ceritakan fabel tentang ayam dan sapi," jawab pelayannya.
Related posts:<ol><li><a
href='http://dongeng.org/dongeng-motivasi/anak-kerang.html' rel='bookmark' title='Anak Kerang'>Anak Kerang</a> <small>Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengeluh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek. "Anakku," kata sang ibu sambil bercucuran air mata, "Tuhan tidak memberikan pada kita, bangsa kerang, sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu." ......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/dongeng-motivasi/pohon-apel.html' rel='bookmark' title='Pohon Apel'>Pohon Apel</a> <small>Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/dongeng-motivasi/wortel-telur-dan-kopi.html' rel='bookmark' title='Wortel, Telur, Dan Kopi'>Wortel, Telur, Dan Kopi</a> <small>Seorang anak perempuan mengeluh pada sang ayah tentang kehidupannya yang sangat berat. Ia tak tahu lagi apa yang harus dilakukan dan bermaksud untuk menyerah. Ia merasa capai untuk terus berjuang dan berjuang. Bila satu persoalan telah teratasi, maka persoalan yang lain muncul. Lalu, ayahnya yang seorang koki membawanya ke dapur. Ia mengisi tiga panci dengan air kemudian menaruh ketiganya di atas api. Segera air dalam panci-panci itu mendidih. Pada panci pertama dimasukkannya beberapa wortel Ke dalam panci kedua dimasukkannya beberapa butir telur. Dan, pada panci terakhir dimasukkannya biji-biji kopi. Lalu dibiarkannya ketiga panci itu beberapa saat tanpa berkata sepatah kata. ......</small></li></ol>]]></description> <wfw:commentRss>http://dongeng.org/dongeng-motivasi/ayam-dan-sapi.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>16</slash:comments> </item> <item><title>Wortel, Telur, Dan Kopi</title><link>http://dongeng.org/dongeng-motivasi/wortel-telur-dan-kopi.html</link> <comments>http://dongeng.org/dongeng-motivasi/wortel-telur-dan-kopi.html#comments</comments> <pubDate>Mon, 19 Oct 2009 14:29:57 +0000</pubDate> <dc:creator>Pendongeng</dc:creator> <category><![CDATA[Dongeng Motivasi]]></category> <category><![CDATA[Motivasi]]></category> <category><![CDATA[positif]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://dongeng.org/?p=287</guid> <description><![CDATA[Seorang anak perempuan mengeluh pada sang ayah tentang kehidupannya yang sangat berat. Ia tak tahu lagi apa yang harus dilakukan dan bermaksud untuk menyerah. Ia merasa capai untuk terus berjuang dan berjuang. Bila satu persoalan telah teratasi, maka persoalan yang lain muncul. Lalu, ayahnya yang seorang koki membawanya ke dapur. Ia mengisi tiga panci dengan air kemudian menaruh ketiganya di atas api. Segera air dalam panci-panci itu mendidih. Pada panci pertama dimasukkannya beberapa wortel Ke dalam panci kedua dimasukkannya beberapa butir telur. Dan, pada panci terakhir dimasukkannya biji-biji kopi. Lalu dibiarkannya ketiga panci itu beberapa saat tanpa berkata sepatah kata.
Related posts:<ol><li><a
href='http://dongeng.org/dongeng-motivasi/ayam-dan-sapi.html' rel='bookmark' title='Ayam dan Sapi'>Ayam dan Sapi</a> <small>"Kenapa sih", kata seorang kaya pada pelayannya, "Orang-orang mengataiku pelit. Padahal semua orang kan tahu kalau aku wafat nanti, aku akan memberikan semua yang aku punya pada yayasan sosial dan panti asuhan?" "Akan saya ceritakan fabel tentang ayam dan sapi," jawab pelayannya.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/dongeng-motivasi/pohon-apel.html' rel='bookmark' title='Pohon Apel'>Pohon Apel</a> <small>Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/dongeng-motivasi/anak-kerang.html' rel='bookmark' title='Anak Kerang'>Anak Kerang</a> <small>Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengeluh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek. "Anakku," kata sang ibu sambil bercucuran air mata, "Tuhan tidak memberikan pada kita, bangsa kerang, sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu." ......</small></li></ol>]]></description> <wfw:commentRss>http://dongeng.org/dongeng-motivasi/wortel-telur-dan-kopi.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>16</slash:comments> </item> </channel> </rss>
<!-- This Quick Cache file was built for (  dongeng.org/tag/motivasi/feed ) in 1.80545 seconds, on May 22nd, 2012 at 4:20 am UTC. -->
<!-- This Quick Cache file will automatically expire ( and be re-built automatically ) on May 22nd, 2012 at 5:20 am UTC -->
