<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> <rss
version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
xmlns:rawvoice="http://www.rawvoice.com/rawvoiceRssModule/"
> <channel><title>Dongeng Anak dan Cerita Rakyat &#187; Pahlawan</title> <atom:link href="http://dongeng.org/tag/pahlawan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>http://dongeng.org</link> <description>Lestarikan dongeng dan cerita rakyat Indonesia &#38; Nusantara</description> <lastBuildDate>Wed, 25 Apr 2012 11:46:58 +0000</lastBuildDate> <language>en</language> <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod> <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency> <generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator> <xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" /><itunes:summary>Lestarikan dongeng dan cerita rakyat Indonesia &amp; Nusantara</itunes:summary> <itunes:author>Dongeng Anak dan Cerita Rakyat</itunes:author> <itunes:explicit>no</itunes:explicit> <itunes:image href="http://dongeng.org/wp-content/plugins/powerpress/itunes_default.jpg" /> <itunes:subtitle>Lestarikan dongeng dan cerita rakyat Indonesia &amp; Nusantara</itunes:subtitle> <image><title>Dongeng Anak dan Cerita Rakyat &#187; Pahlawan</title> <url>http://dongeng.org/wp-content/plugins/powerpress/rss_default.jpg</url><link>http://dongeng.org</link> </image> <item><title>Hari-hari Akhir Si Pitung</title><link>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/hari-hari-akhir-si-pitung.html</link> <comments>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/hari-hari-akhir-si-pitung.html#comments</comments> <pubDate>Fri, 30 Dec 2011 09:04:01 +0000</pubDate> <dc:creator>Pendongeng</dc:creator> <category><![CDATA[Nusantara]]></category> <category><![CDATA[Tokoh]]></category> <category><![CDATA[belanda]]></category> <category><![CDATA[betawi]]></category> <category><![CDATA[Jakarta]]></category> <category><![CDATA[Pahlawan]]></category> <category><![CDATA[pendekar]]></category> <category><![CDATA[penjajah]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://dongeng.org/?p=241</guid> <description><![CDATA[Betawi Oktober 1893. Rakyat Betawi di kampung-kampung tengah berkabung. Dari mulut ke mulut mereka mendengar si Pitung atau Bang Pitung meninggal dunia, setelah tertembak dalam pertarungan tidak seimbang dengan kompeni. Bagi warga Betawi, kematian si Pitung merupakan duka mendalam. Karena ia membela rakyat kecil yang mengalami penindasan pada masa penjajahan Belanda. Sebaliknya, bagi kompeni sebutan untuk pemerintah kolonial Belanda pada masa itu, dia dilukiskan sebagai penjahat, pengacau, perampok, dan entah apa lagi.
Related posts:<ol><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/si-pitung.html' rel='bookmark' title='Si Pitung'>Si Pitung</a> <small>Pitung adalah salah satu pendekar orang asli Indonesia berasal dari daerah betawi yang berasal dari kampung Rawabelong Jakarta Barat. Pitung dididik oleh kedua orang tuanya berharap menjadi orang saleh taat agama. Ayahnya Bang Piun dan Ibunya Mpok Pinah menitipkan si Pitung untuk belajar mengaji dan mempelajari bahasa Arab kepada Haji Naipin.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/entong-gendut-dari-batuampar.html' rel='bookmark' title='Entong Gendut Dari Batuampar'>Entong Gendut Dari Batuampar</a> <small>Pajak seyogianya diambil seperlima dari hasil panen. Bagian itu bisa berwujud padi, palawija, atau hasil pertanian lainnya, semuanya harus diserahkan kepada tuan tanah. Setelah tahun 1912, tuan tanah tidak mau lagi menerima bagian pajaknya. Dia minta kenaikan dua kali lipat. Alasannya, antara lain karena hasil panen jauh lebih bagus dari musim lalu. Dengan perbaikan sistem irigasi dari sungai ke sawah-sawah membuat hasil panen berlipat ganda, serta akibat pengukuran ulang. Tidak diremehkan pula kegigihan para mandor melakukan kontrol menjelang potong padi.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/jampang.html' rel='bookmark' title='Jampang'>Jampang</a> <small>Bayi yang masih merah itu lahir dan menangis keras sekali. "Syukur anak pertamaku sudah lahir," kata ayahnya dengan gembira. Setelah seminggu, anak itu ditimang-timang. Ibunya memperhatikan dengan khawatir.......</small></li></ol>]]></description> <wfw:commentRss>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/hari-hari-akhir-si-pitung.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>16</slash:comments> </item> <item><title>Entong Gendut Dari Batuampar</title><link>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/entong-gendut-dari-batuampar.html</link> <comments>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/entong-gendut-dari-batuampar.html#comments</comments> <pubDate>Sun, 11 Apr 2010 17:00:10 +0000</pubDate> <dc:creator>Pendongeng</dc:creator> <category><![CDATA[Nusantara]]></category> <category><![CDATA[batavia]]></category> <category><![CDATA[belanda]]></category> <category><![CDATA[betawi]]></category> <category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category> <category><![CDATA[islam]]></category> <category><![CDATA[Jakarta]]></category> <category><![CDATA[Pahlawan]]></category> <category><![CDATA[pendekar]]></category> <category><![CDATA[penjajah]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://dongeng.org/?p=424</guid> <description><![CDATA[Pajak seyogianya diambil seperlima dari hasil panen. Bagian itu bisa berwujud padi, palawija, atau hasil pertanian lainnya, semuanya harus diserahkan kepada tuan tanah. Setelah tahun 1912, tuan tanah tidak mau lagi menerima bagian pajaknya. Dia minta kenaikan dua kali lipat. Alasannya, antara lain karena hasil panen jauh lebih bagus dari musim lalu. Dengan perbaikan sistem irigasi dari sungai ke sawah-sawah membuat hasil panen berlipat ganda, serta akibat pengukuran ulang. Tidak diremehkan pula kegigihan para mandor melakukan kontrol menjelang potong padi.
Related posts:<ol><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/mirah-singa-betina-dari-marunda.html' rel='bookmark' title='Mirah, Singa Betina Dari Marunda'>Mirah, Singa Betina Dari Marunda</a> <small>Pada suatu malam, centeng-centeng di rumah Babah Yong di Kemayoran terkapar di lantai. Babah Yong sendiri terikat di tiang ruang tengah. Perabot rumah berantakan. Barang-barang berharga dibawa kabur kawanan perampok. Malam itu juga, Tuan Ruys penguasa daerah Kemayoran segera datang mempelajari bekas-bekas perampokan. Di situ juga Nadir Bek Kemayoran. Petugas lain yang ikut sibuk adalah para opas.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/jampang.html' rel='bookmark' title='Jampang'>Jampang</a> <small>Bayi yang masih merah itu lahir dan menangis keras sekali. "Syukur anak pertamaku sudah lahir," kata ayahnya dengan gembira. Setelah seminggu, anak itu ditimang-timang. Ibunya memperhatikan dengan khawatir.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/pangeran-sarif.html' rel='bookmark' title='Pangeran Sarif'>Pangeran Sarif</a> <small>Jatuhnya Jayakarta ke tangan Kompeni Belanda pada tahun 1619 membuat banyak ulama marah. Mereka menjauhi keramaian kota dan pergi berbondong-bondong ke tempat yang lebih udik. Mereka melakukan persiapan, siapa tahu suatu saat dapat melakukan pembalasan untuk menguasai kota Jayakarta kembali. Walaupun kenyataannya sulit, mereka tidak kenal putus asa. Mereka terpaksa hidup di tepi-tepi hutan, sedangkan anak dan istri ditinggalkan beberapa saat. Hanya pada saat tertentu mereka berkumpul, sesudah itu berpisah kembali. Karena keadaan yang terus menekan, lama-kelamaan merepotkan juga kalau keluarga ditinggalkan. Mau tidak mau keluarga harus diajak. Salah seorang dari para ulama itu adalah Pangeran Sarif. Selain istri, ikut juga seorang pembantu lelakinya yang masih muda.......</small></li></ol>]]></description> <wfw:commentRss>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/entong-gendut-dari-batuampar.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>5</slash:comments> </item> <item><title>Datu Kalaka</title><link>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/datu-kalaka.html</link> <comments>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/datu-kalaka.html#comments</comments> <pubDate>Sun, 28 Mar 2010 17:00:58 +0000</pubDate> <dc:creator>Pendongeng</dc:creator> <category><![CDATA[Nusantara]]></category> <category><![CDATA[belanda]]></category> <category><![CDATA[cerita anak]]></category> <category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category> <category><![CDATA[dongeng anak]]></category> <category><![CDATA[Kalimantan Selatan]]></category> <category><![CDATA[Pahlawan]]></category> <category><![CDATA[penjajah]]></category> <category><![CDATA[positif]]></category> <category><![CDATA[raksasa]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://dongeng.org/?p=404</guid> <description><![CDATA[Menurut cerita orang tua-tua beberapa abad yang lalu, di suatu kampung tinggallah seorang lelaki bernama Datu Kalaka. Ia amat disegani dan dihormati orang-orang di kampung itu karena ia menjadi pemimpin masyarakat di sana. Itu pula sebabnya ia diberi gelar datu oleh masyarakat.
Related posts:<ol><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/si-pitung.html' rel='bookmark' title='Si Pitung'>Si Pitung</a> <small>Pitung adalah salah satu pendekar orang asli Indonesia berasal dari daerah betawi yang berasal dari kampung Rawabelong Jakarta Barat. Pitung dididik oleh kedua orang tuanya berharap menjadi orang saleh taat agama. Ayahnya Bang Piun dan Ibunya Mpok Pinah menitipkan si Pitung untuk belajar mengaji dan mempelajari bahasa Arab kepada Haji Naipin.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/ular-dandaung.html' rel='bookmark' title='Ular Dandaung'>Ular Dandaung</a> <small>Konon, dahulu kala ada sebuah kerajaan. Tidak disebutkan oleh pencerita apa nama kerajaan itu. Menurut cerita, kerajaan itu cukup besar. Negerinya kaya raya sehingga penghasilan rakyat melimpah ruah. Rajanya adil dan bijaksana. Kekayaan kerajaan bukan hanya dinikmati raja dan keluarganya, tetapi rakyat pun turut menikmati. Pantaslah jika kerajaan itu selalu dalam suasana tenteram dan damai. Dengan kerajaan-kerajaan lain pun, tidak pernah terjadi silang sengketa sehingga mereka dapat hidup berdampingan secara damai.......</small></li><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/si-buta-dan-si-bungkung.html' rel='bookmark' title='Si Buta Dan Si Bungkung'>Si Buta Dan Si Bungkung</a> <small>Di suatu kampung tinggallah dua orang pemuda sebaya. Mereka bersahabat akrab sekali. Kemana pun mereka pergi selalu bersama. Boleh dikata tidak pernah terjadi pertengkaran di antara mereka. Jika yang seorang sedang marah, yang seorang lagi berdiam diri atau membujuk sehingga kemarahannya reda. Begitu juga jika ada kesulitan, selalu mereka atasi bersama. ......</small></li></ol>]]></description> <wfw:commentRss>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/datu-kalaka.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>2</slash:comments> </item> <item><title>Raja yang Meredam Kekacauan Dunia</title><link>http://dongeng.org/cerita-rakyat/tiongkok/raja-yang-meredam-kekacauan-dunia.html</link> <comments>http://dongeng.org/cerita-rakyat/tiongkok/raja-yang-meredam-kekacauan-dunia.html#comments</comments> <pubDate>Wed, 10 Feb 2010 17:00:14 +0000</pubDate> <dc:creator>Pendongeng</dc:creator> <category><![CDATA[Tiongkok]]></category> <category><![CDATA[cerita anak]]></category> <category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category> <category><![CDATA[dewa]]></category> <category><![CDATA[dongeng anak]]></category> <category><![CDATA[fabel]]></category> <category><![CDATA[hewan]]></category> <category><![CDATA[hutan]]></category> <category><![CDATA[legenda]]></category> <category><![CDATA[mitos]]></category> <category><![CDATA[Pahlawan]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://dongeng.org/?p=368</guid> <description><![CDATA[Kita sering terheran dengan simbol-simbol mitologi China karena di mana pun di dunia, raja dari segala binatang adalah singa, bukan macan. Konon, menurut legenda China pada zaman dahulu kala, singa termasuk salah satu shio dari 12 binatang dalam kepercayaan masyarakat China. Tidak ada macan.
Karena singa itu terlalu kejam, Dewa Utama mau menyingkirkan singa dari struktur shio. Tetapi Dewa Utama tidak bisa begitu saja melakukannya karena singa adalah raja dari segala raja binatang. Kalau singa mau disingkirkan, perlu binatang baru untuk mengontrol binatang-binatang yang ada. Dia teringat sama macan.
Related posts:<ol><li><a
href='http://dongeng.org/cerita-rakyat/tiongkok/asal-mula-cheng-beng.html' rel='bookmark' title='Asal Mula Cheng Beng (Sembahyang Kubur)'>Asal Mula Cheng Beng (Sembahyang Kubur)</a> <small>Bakti kepada orang tua adalah dasar dari segala perbuatan. Yang paling utama adalah bakti saat orang tua masih hidup yaitu dengan berusaha membalas jerih payah mereka membersearkan kita. Saat orang tua telah meninggal dunia, kita mengenang dan mengingat kembali budi-budi mereka dan sekuat tenaga membalasanya.......</small></li></ol>]]></description> <wfw:commentRss>http://dongeng.org/cerita-rakyat/tiongkok/raja-yang-meredam-kekacauan-dunia.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>11</slash:comments> </item> <item><title>Si Pitung</title><link>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/si-pitung.html</link> <comments>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/si-pitung.html#comments</comments> <pubDate>Fri, 22 May 2009 16:07:56 +0000</pubDate> <dc:creator>Pendongeng</dc:creator> <category><![CDATA[Nusantara]]></category> <category><![CDATA[Tokoh]]></category> <category><![CDATA[belanda]]></category> <category><![CDATA[betawi]]></category> <category><![CDATA[Jakarta]]></category> <category><![CDATA[Pahlawan]]></category> <category><![CDATA[pendekar]]></category> <category><![CDATA[penjajah]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://dongeng.org/?p=238</guid> <description><![CDATA[Pitung adalah salah satu pendekar orang asli Indonesia berasal dari daerah betawi yang berasal dari kampung Rawabelong Jakarta Barat. Pitung dididik oleh kedua orang tuanya berharap menjadi orang saleh taat agama. Ayahnya Bang Piun dan Ibunya Mpok Pinah menitipkan si Pitung untuk belajar mengaji dan mempelajari bahasa Arab kepada Haji Naipin.
No related posts.]]></description> <wfw:commentRss>http://dongeng.org/cerita-rakyat/nusantara/si-pitung.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>58</slash:comments> </item> </channel> </rss>
<!-- This Quick Cache file was built for (  dongeng.org/tag/pahlawan/feed ) in 1.90113 seconds, on May 19th, 2012 at 9:45 am UTC. -->
<!-- This Quick Cache file will automatically expire ( and be re-built automatically ) on May 19th, 2012 at 10:45 am UTC -->
