Di suatu kampung tinggallah dua orang pemuda sebaya. Mereka bersahabat akrab sekali. Kemana pun mereka pergi selalu bersama. Boleh dikata tidak pernah terjadi pertengkaran di antara mereka. Jika yang seorang sedang marah, yang seorang lagi berdiam diri atau membujuk sehingga kemarahannya reda. Begitu juga jika ada kesulitan, selalu mereka atasi bersama.
» positif
-
Anak Pipit Dan KeraBy Pendongeng on April 28th, 2010 | 1 Comment
Tersebutlah seekor kera yang tinggal sendiri di atas pohon di dekat sebuah tepian. Kera itu ditinggalkan kawan-kawannya karena ia sombong dan mementingkan diri sendiri. Dia menganggap pohon tempat tinggalnya itu miliknya sehingga kera-kera lain tidak diizinkan tinggal di sana. Tepian mandi itu pun dianggap miliknya.
-
Datu KalakaBy Pendongeng on March 29th, 2010 | No Comments
Menurut cerita orang tua-tua beberapa abad yang lalu, di suatu kampung tinggallah seorang lelaki bernama Datu Kalaka. Ia amat disegani dan dihormati orang-orang di kampung itu karena ia menjadi pemimpin masyarakat di sana. Itu pula sebabnya ia diberi gelar datu oleh masyarakat.
-
Ular DandaungBy Pendongeng on March 19th, 2010 | 2 Comments
Konon, dahulu kala ada sebuah kerajaan. Tidak disebutkan oleh pencerita apa nama kerajaan itu. Menurut cerita, kerajaan itu cukup besar. Negerinya kaya raya sehingga penghasilan rakyat melimpah ruah. Rajanya adil dan bijaksana. Kekayaan kerajaan bukan hanya dinikmati raja dan keluarganya, tetapi rakyat pun turut menikmati. Pantaslah jika kerajaan itu selalu dalam suasana tenteram dan damai. Dengan kerajaan-kerajaan lain pun, tidak pernah terjadi silang sengketa sehingga mereka dapat hidup berdampingan secara damai.
-
Rumah Baru Untuk RiriBy Pendongeng on November 23rd, 2009 | 6 Comments
“Ibu,aku ingin rumah baru”, saat itu ibunya sedang tidur siang. Ibu menatap Riri dengan heran
“Ada apa Riri Sayang?”, tanya ibu.
“Aku ingin rumah baru bu, rumahku sudah berlubang,lihatlah bu”.
“Rumah mu masih bagus koq”, kata ibu.
“Tapi aku tidak mau bu punya rumah yang sudah berlubang begini”, lanjut Riri.Dengan tersenyum dan mengerti maksud Riri, ibu menjawab, “Ayo kita cari di tepi pantai”. Di tepi pantai banyak sekali rumah-rumah bekas yang di tinggal kan oleh yang terdahulu, ada yang masih bagus dan ada juga yang telah hancur.
-
Lilya, Peri Tak BersayapBy Pendongeng on November 10th, 2009 | 33 Comments
Pada suatu hari ada seorang peri bernama Lilya, dia adalah peri yang tidak mempunyai sayap tidak seperti peri-peri yang lain nya, dia sering diejek oleh teman-temannya karena tidak mempunyai sayap, tapi dia tak perduli apa yang dikatakan oleh teman-temannya. Peri Lilya mendengar kabar kalau Raja Duyung menyimpan sepasang sayap cantik. Lalu Peri Lilya pergi ke tempat Raja Duyung, tetapi dia hanya bertemu dengan Putri Duyung “hei sedang apa kalian di sini?” tanya Putri Duyung.
-
Pohon ApelBy Pendongeng on October 25th, 2009 | 13 Comments
Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.
-
Asal Mula Cheng Beng (Sembahyang Kubur)By Pendongeng on October 19th, 2009 | 7 Comments
Bakti kepada orang tua adalah dasar dari segala perbuatan. Yang paling utama adalah bakti saat orang tua masih hidup yaitu dengan berusaha membalas jerih payah mereka membersearkan kita. Saat orang tua telah meninggal dunia, kita mengenang dan mengingat kembali budi-budi mereka dan sekuat tenaga membalasanya.


Lutung Kasarung
Apollo dan Daphne
Asal Nama Kota Bandung
Asal Usul Danau Maninjau
Legenda Pesut Mahakam
Si Pitung
Suri Ikun dan Dua Burung
Komentar Terbaru